Sebanyak 8 juta buku 'dihibahkan' USAID kepada sejumlah sekolah di 9 Provinsi di Indonesia. Buku-buku tersebut disusun oleh guru-guru Indonesia kemudian diproduksi di Amerika.
Salah satu sekolah yang menerima buku tersebut adalah SDN Jelupang 02 Tangerang Selatan. Sekolah ini menerima 600 buku dan sudah menerapkan sistem belajar dengan buku berjenjang selama satu bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Hamid mengatakan, pemberian buku-buku ini sangat membantu pendidikan di Indonesia. Dia mengharapkan buku-buku tersebut dapat benar-benar dimanfaatkan.
"Program prioritas adalah bagian kemitraan antara Indonesia dengan Amerika agar bagaimana masyarakat gemar membaca dan siswa kita juga gemar membaca. Sumbangan 8 juta buku sangat berarti meski belum cukup karena kurang lebih kita ada 54 juta siswa," ungkap Hamid.
Sementara itu, Deputy Chief Mission dari Kedubes Amerika, Brian Mcfeeters menyebut pemberian buku adalah salah satu bentuk kerja sama antar negara. "Secara gambaran besar Indonesia dan Amerika memiliki kemitraan strategis yang ditanda tangani kedua presiden, Joko Widodo dan Obama pada Oktober 2015, adda 40 bidang yang menjadi area kerja sama dan salah satunya pendidikan," urai Brian.
Direktur Program USAID Prioritas, dan Direktur USAID Indonesia bersama Dirjen Pendidikan dasar dan menengah Kemendikbud hari ini meninjau penggunaan buku bacaan tersebut. Mereka juga didampingi Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Dafni dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Engkos Kosasih.
(fjp/fjp)












































