Uji kompetensi bersama Mabes Polri itu dilakukan mulai hari ini di gedung Pemkot Semarang lantai 8 tepatnya ruang Lokakrida. Pesertanya yaitu 36 orang dari eselon II, 175 orang dari eselon III, dan 456 orang untuk eselon IV. Rangkaian uji kompetensi juga termasuk tes urine yang dilakukan BNNP Jawa Tengah. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pun mengawali uji kompetensi itu dengan ikut dites urine.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (foto: Angling Aditya Purbaya/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuan uji kompetensi yang digelar selama dua hari itu memang bertujuan untuk penempatan yang tepat pejabat sesuai dengan kompetensinya. Hendrar juga akan melaksanakan lelang jabatan untuk mengisi posisi strategis di struktural Pemkot Semarang dengan dasar hasil tes tersebut.
Dengan uji kompetensi itu, lanjut Hendrar, dimungkinkan adanya degradasi jabatan. Ia mencontohkan, bisa saja pejabat eselon II yang ternyata tidak berkompeten dalam posisinya bisa diturunkan menjadi eselon II. Di lingkungan daerah memang tidak dikenal adanya istilah penurunan jabatan, sehingga Hendrar mengakui sulitnya kepala daerah untuk menempatkan orang terbaik di posisi strategis.
"Saya ingin Pemerintah Kota Semarang satu langkah lebih maju," tegasnya.
Sementara itu perwakilan dari Mabes Polri yaitu Kabag Penkompeten Robinkar SSDM Polri, Kombes Pol Bambang Hastobroto mengatakan kerjasama itu untuk membantu Pemkot Semarang menempatkan pejabat sesuai kompetensi.
"Uji kompetensi ini dimaksudkan untuk melakukan pemetaan agar memudahkan pemerintah Kota Semarang dalam menempatkan pejabat sesuai kompetensinya," kata Bambang.
(alg/dhn)












































Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (foto: Angling Aditya Purbaya/detikcom)