Saat prajurit lain berkumpul melepas rindu dengan keluarga mereka, Dasep tampak berdiri seorang diri sambil memegang tasnya. Dasep menceritakan bahwa istrinya tidak dapat datang karena harus menjaga bayi mereka yang baru berumur 1 bulan di rumah mereka di Cianjur.
"Istri saya di rumah di asrama prajurit Cianjur. Saya bilang jagain bayi kami yang baru lahir sebulan lalu," kata Dasep di Bandara Soekarno Hatta, Senin (23/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seleksinya di Madiv 1 Kostrad Cilodong selama sebulan dan latihan selama 3 bulan," ujar Dasep.
Menurut Dasep yang sudah 2 kali mengikuti AASAM mengaku hasil yang didapatnya tahun ini kurang memuaskan bila dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu dirinya bisa membawa pulang 4 medali perak dan 2 medali perunggu untuk kategori perorangan, sedangkan tahun ini hanya memperoleh 1 medali perak dan 2 medali perunggu. Penurunan prestasi tersebut, kata Dasep, karena dirinya terkendala masalah cuaca selama di Negeri Kangguru tersebut.
"Angin dan dingin itu bisa mencapai 11-5 derajat celcius saat lomba," ungkap Dasep.
Dirinya ingin cepat pulang ke rumah karena ingin bertemu anaknya yang baru saja lahir. Dasep juga berjanji akan berlatih lebih keras agar bisa kembali mewakili TNI AD di ajang yang sama tahun depan.
"Saya mau cepat pulang ke rumah, mau ketemu anak saya yang baru lahir," tutup Dasep. (dhn/dhn)











































