Waswas Warga Villa Nusa Indah Saat Mendung Datang: Pemkab Bogor Lambat Merespons

Waswas Warga Villa Nusa Indah Saat Mendung Datang: Pemkab Bogor Lambat Merespons

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Senin, 23 Mei 2016 16:48 WIB
Waswas Warga Villa Nusa Indah Saat Mendung Datang: Pemkab Bogor Lambat Merespons
Foto: Edward Febriyatri/detikcom
Bogor - Belasan pengurus di lingkungan RT di wilayah di perumahan Villa Nusa Indah, Kabupaten Bogor menyatakan diri pindah wilayah administrasi Kota Bekasi. Warga menuturkan alasan pindah menjadi warga Bekasi itu.

"Kemarin itu waktu banjir bulan April nggak cuma Pondok Gede Permai di Kota Bekasi saja yang kebanjiran, Kami di sini terkena dampaknya bahkan tinggi air bisa sampai 1 meter," ujar warga RW 22 Dede di balai kepengurusan warga, Senin (23/5/2016).

Dede membandingkan respons kerja Pemkab Bogor dengan Pemkot Bekasi. Tak satupun bantuan yang mengalir dari pemerintah daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu banjir di PGP (Pondok Gede Permai) itu wali kotanya langsung turun, warga mendapat bantuan full dari pemerintah daerah. Sampai-sampai Satpol PP, Anggota TNI dan Polri dikerahkan semua beri bantuan. Tetapi kami yang di sini tidak satupun mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah, camat dan lurahnya tutup mata," paparnya.

Alhasil warga kata Dede membuat pernyataan untuk pindah administrasi ke Pemkot Bekasi. Alasannya geografis jadi dasar warga menyatakan kepindahan wilayah administrasi Pemkot Bekasi

"Secara visual bisa dilihat wilayah perumahan Vila Nusa Indah ini lebih dekat dengan Kota Bekasi dibandingkan Kabupaten Bogor. Kemarin kami juga sudah serahkan petisi ke Bupati melalui kepala desa, kami berikan tenggang waktu 7 hari, kalau tidak ada tindak lanjut kami akan rapat lagi untuk rencana selanjutnya," bebernya.

Secara terpisah Budi seketaris RT 02 RW 22 menjelaskan kalau aset perumahan Vila Nusa Indah tanggung jawab Pemkab Bogor. Namun tak ada satupun perhatian dari pemerintah daerah yang dirasakan warga.

"Tahun 2005 itu sudah serah terima ke kabupaten Bogor, dulu di tangan pengembang semua jalan di sini masih cakep dengan aspal," beber Budi.

Tak hanya perbaikan infrastruktur kata Budi, warga juga meminta adanya pembangunan tanggul. Baginya secara swadaya warga masih mampu untuk perbaiki jalan.

"Persoalan yang penting perbaikan tanggul, kalau jalan rusak nggak apa-apa karena kami masih bisa swadaya. Tetapi tanggul ini yang berat, warga sudah was-was kalau mendung pasti air akan meluap ke perumahan warga," pungkasnya. (edo/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads