Dari dokumen yang didapatkan dari Kemenhub yang disampaikan Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Publik Kemenhub Hemi Pamurahardjo, ada 6 izin rute dari 5 maskapai yang dicabut. Berikut daftarnya:
1. PT Travel Express 1 rute: Manado-Sorong
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
3. PT Kalstar Aviation 2 rute: Balikpapan-Samarinda dan Balikpapan - Pontianak
4. PT Sriwijaya Airlines 1 rute: Jakarta-Pekanbaru
5. PT NAM Air 1 rute: Jakarta-Pontianak
"Alasannya berdasarkan PM 25 Tahun 2008, rute tersebut sudah 14 hari tidak diterbangi," jelas Hemi, Senin (23/5/2016).
Selain mencabut 6 izin rute dari 5 maskapai, Kemenhub juga sudah mengeluarkan sanksi pengurangan frekuensi untuk 5 maskapai lain. Rinciannya:
1. PT Trigana Air Service:
pengurangan 28 frekuensi rute Jayapura-Oksibil dari 28 frekuensi PP per minggu
2. PT ASI Pudjiastuti:
pengurangan 1 frekuensi rute Atambua-Kupang dari 2 frekuensi PP per minggu
3. PT Citilink Indonesia:
pengurangan 7 frekuensi rute Jakarta-Pangkal Pinang dari 7 frekuensi PP per minggu
pengurangan 7 frekuensi rute Lombok-Surabaya dari 14 frekuensi PP per minggu
4. PT Garuda Indonesia:
pengurangan 7 frekuensi rute Denpasar-Surabaya dari 28 frekuensi PP per minggu
pengurangan 6 frekuensi rute Ende-Kupang dari 7 frekuensi PP per minggu
5. PT Sriwijaya Airlines:
pengurangan 7 frekuensi rute Makassar-Gorontalo dari 7 frekuensi PP per minggu
pengurangan 7 frekuensi rute Makassar-Kendari dari 7 frekuensi PP per minggu
pengurangan 7 frekuensi rute Makassar-Sorong dari 14 frekuensi PP per minggu
Hemi menambahkan, pengurangan frekuensi ini berbeda dengan pengurangan frekuensi yang diajukan Lion Air. Pengurangan frekuensi penerbangan pada 5 maskapai ini adalah sanksi yang dijatuhkan Kemenhub.
"Kalau yang 7 hari atau 14 hari itu sanksi dari Ditjen Perhubungan Udara/Kemenhub, sedangkan yang diajukan Lion itu karena alasan low season. Namun demikian, airlines-airlines yang dicabut rute/frekuensinya itu bisa mendapatkan persetujuan penundaan seperti yang diajukan Lion, tapi mereka dengan alasan masing-masing tidak mengajukan permohonan penundaan terbang, makanya langsung dicabut," jelas Hemi.
Maskapai penerbangan bisa mengaktifkan rute atau frekuensi yang dicabut tahun depan dengan mengajukan izin baru. (nwk/nrl)











































