Ketua Harian Golkar Nurdin Halid mengatakan bahwa para mantan caketum pun akan diberi posisi khusus. Bukan posisi waketum yang akan diberikan, karena posisi itu sudah dihapuskan.
"Dalam struktur baru tidak ada waketum. (Mantan caketum) bisa di dewan pembina atau dewan pakar," ucap Nurdin saat dihubungi, Kamis (19/5).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini belum final, kita harus sangat hati-hati," kata anggota formatur, Roem Kono, saat dihubungi, Senin (23/5/2016).
Formatur masih rapat berkali-kali dengan diwarnai debat dan dinamika. Itu karena tanggung jawab formatur bukan hanya pengurus harian, tapi juga dewan-dewan.
"Kita susun bukan hanya kepengurusan harian, tapi juga kita susun dewan pakar, dewan pembina dan dewan pertimbangan. Juga ada badan-badan," tutur Roem.
Sebelumnya diberitakan, Novanto sudah berjanji akan memasukkan para caketum Golkar dalam munaslub ke dalam susunan kepengurusan. Namun, dia belum memastikan posisinya.
"Ya tentu calon-calon dari 7 kandidat mempunyai visi misi dan kelebihan masing-masing dan kader yang terbaik. Nah, untuk itulah saya akan mempertimbangkan masuk ke dalam kepengurusan. Nanti supaya benar-benar memberikan kontribusi besar untuk Partai Golkar nanti," ujar Novanto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (19/5/2016).
(imk/van)











































