21 Negara Ikuti World Village Conference Pertama di Purwakarta

Tri Ispranoto - detikNews
Senin, 23 Mei 2016 10:19 WIB
World Village Conference di Purwakarta, Senin 23 Mei 2016 (Foto: Dok Humas Purwarkarta)
Purwakarta - Sebanyak 21 negara dunia menjadi peserta dalam World Village Conference yang digagas untuk pertama kalinya oleh Kabupaten Purwakarta.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan, acara tersebut sengaja digagas karena selama ini isu mengenai pedesaan jarang sekali dibahas secara khusus. Padahal seluruh perkembangan negara diawali dari kemajuan lingkungan pedesaan.

"Ini adalah konferensi pertama yang secara khusus membahas mengenai desa. Kita menggagas ini agar desa menjadi isu internasional," jelas Dedi kepada detikcom disela-sela acara, Senin (23/5/2016).

Dedi menuturkan, isu tersebut menjadi hal penting mengingat saat ini pedesaan di Indonesia mengalami degradasi mulai dari lingkungan, tradisi, hingga sumber daya manusia. Sementara masyarakat perkotaan terlalu bebas sehingga arus 'transfer' kebudayaan luar terlalu kuat mempengaruhi.

"Kita itu seharusnya mampu memperkuat desa karena akar kebudayaan, akar perekonomian itu lahir dari desa. Sehingga dengan memperkuat desa, negara akan kuat menghadapi persaingan dunia," tuturnya.

Dalam konferensi yang digelar sejak 22 Mei hingga 26 Mei mendatang akan diikuti oleh 21 negara dengan total peserta 92 orang. Selain itu acara ini pun diikuti oleh 11 tamu VIP seperti Wali Kota South Windshor yang merupakan pemimpin daerah pertama beragama Islam di amerika, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, beberapa duta besar negara sahabat, perwakilan kementerian, provinsi, kota, dan kabupaten Indonesia.

Dari pantauan detikcom, di hari kedua acara diawali dengan sesi ramah tamah para undangan di lingkungan Pendopo Kabupaten Purwakarta, Gedung Negara Bale Nagri, dan berkeliling taman mulari dari Pancawarna, Maya Datar, hingga ke Pasanggrahan Padjajaran.

Usai berkeliling para peserta diarahkan menuju ke tempat konferensi yang berada di Gedung Bale Citra Resmi (BCR) dengan menggunakan sado atau delman dan sepeda yang telah disiapkan oleh penyelenggara.

Sepanjang jalan para tamu disambut oleh ratusan pelajar yang membawa egrang sambil melambaikan tangannya. Usai seluruh rombongan melintas menuju BCR, para pelajar pun membuntutinya dengan berjalan menggunakan egrang.

Hingga kini konferensi masih digelar di dalam Gedung BCR. Sejumlah tamu VIP lainnya seperti Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dan sejumlah duta besar dijadwalkan akan hadir dalam acara tersebut. (trw/trw)