Pertemuan itu diketahui berlangsung pada Sabtu (21/5). Ahok mengatakan itu adalah pertemuan biasa.
"Baik-baik saja. Teman-teman kumpul," kata Ahok menjawab pertanyaan di Gedung Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (23/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, apakah pertemuan dengan Setya Novanto itu sebagai bentuk dukungan dari Golkar?
"Saya enggak tahu. Kamu mesti tanya partai . Dia (Setya Novanto) kan juga masih membentuk kepengurusan. Misalnya yang sederhana. Nanti yang mau diangkat Ketua DPD Bali. Wakil Gubernur. Ya secara pribadi pasti dukung. Saya pun kaya teman lama. Dia buat desertasinya saja tentang saya kok. Secara pribadi (Setya Novanto) ya dukung," kata Ahok.
Ahok juga mengatakan, saat pertemuan bersama Setya Novanto DKK itu, dirinya memang mendapat dorongan untuk maju. "Kita mah enggak tawar-menawar. Duduk makan, langsung aja itu teman-teman Golkar bilang. Langsung saja maju lah. Pasti tar kita dukung. Tapi kan partai kan beda," katanya.
Lalu bagaimana dengan dukungan partai lainnya? Ahok menjelaskan, hingga kini Hanura dan Nasdem sudah dipastikan mendukung dirinya. "Saya enggak tahu keputusan Golkar apa. Kalau mereka dukung, berarti tiga partai dukung. Tiga partai kan asalnya sama dari partai Golkar," terangnya. (jor/dra)










































