Kedatangan Yusril bersama pria bule yang tak lain Wali Kota South Windsor New York, Amerika Serikat, Saud Anwar itu sempat menarik perhatian para pedagang dan pengunjung. Yusril dan Saud memang bersahabat.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Saud Anwar yang merupakan salah satu pejabat di New York bisa mempromosikan batik Indonesia kepada masyarakat Amerika," kata Yusril melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (22/5/2016).
Yusril mengajak Saud Anwar untuk keliling pusat busana terbesar di Asia Tenggara Thamrin City. Selama lebih dari dua jam, Yusril dan Saud Anwar berkeliling pusat busana Thamrin City. Keduanya tampak serius memperhatikan, memilih dan membeli baju batik yang semuanya hasil karya Indonesia.
![]() Yusril Ihza Mahendra dan Wali Kota South Windsor, New York, Saud Anwar |
Tampak Saud Anwar membeli beberapa potong baju batik tulis Solo, kain songket Padang, dan dan batik palembang. "Saya beli yang ini," ujar Saud Anwar dengan kalimat pendek bahasa Indonesia sambil menunjuk kain yang dipilihnya. Ia pun kemudian mengeluarkan uang pecahan 100 ribu empat lembar.
Dari Thamrin City, Sabtu petang Yusril kemudian mengajak Saud ke berdialog dengan warga Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Lebih dari 500 warga hadir dalam dialog yang digelar di halaman masjid Luar Batang.
Kepada para warga, Yusril mengajak agar mereka tidak terprovokasi melakukan aksi kekerasan meskipun ada beberapa warga yang luka-luka saat mengikuti aksi unjuk rasa di depan balai kota Pemprov DKI pada Jumat (20/5) lalu.
"Saya imbau bapak-bapak dan ibu-ibu untuk tidak terprovokasi untuk membalas kekerasan yang dilakukan oknum-oknum Pemprov DKI. Percayalah pada hukum karena bapak dan ibu punya bukti kuat sebagai pemilik tanah di Luar Batangn" kata Yusril.
Yusril menambahkan, dirinya sebagai kuasa hukum warga Luar Batang akan tetap menempuh jalur hukum menghadapi rencana Pemprov DKI menggusur kampung tersebut. Selain itu, Yusril dalam waktu dekat juga berencana melakukan gugatan class action terhadap Pemprov DKI.
Yusril menegaskan, pemggusuran terhadap kampung Luar Batang merupakan upaya menghancurkan peradaban. Sebab, penggusuran akan memisahkan masyarakat dan budayanya dari Masjid Luar Batang yang merupakan simbol Islam.
"Buat apa merenovasi masjid menjadi lebih mewah dan plaza perparkiran yang megah kalau masyarakatnya disingkirkan dari situ," papar Yusril.
Usai dialog, Yusril dan Saud memberikan santunan kepada anak-anak yatim dan keluarga tidak mampu, serta pembagian kitab Alquran kepada warga Luar Batang. (erd/bag)













































