Ada dua sesi seleksi yakni presentasi dan wawancara. Baik Sandi maupun Lulung diberikan kesempatan untuk mempresentasikan program mereka jika menjadi Gubernur DKI selama kurang lebih 15 menit. Setelah presentasi mereka mengikuti seleksi wawancara tertutup.
Usai wawancara Sandi mengaku mendapat sejumlah pertanyaan dari panelis. "Pertanyaan sulit semua, yang paling sulit tadi mengenai pengelolaan sampah," kata Sandiaga kepada wartawan usai tes bakal cagub DKI di kantor DPP PD, jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (21/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Singapura, kata Sandi, tak hanya membuang sampah yang dilarang tapi juga ada hukuman yang tegas. "Hukumanan pertama denda, kedua di penjara," kata dia.
Adapun Lulung menyinggung soal penyerapan anggaran, kemacetan dan banjir. "Punya komitmen untuk melaksanakan pembangunan di lingkungannya. Tentang normalisasi saluran air,jalan-jalan, terus pendidikan dan lain-lain menjadi kebutuhan masyarakat," kata politisi Partai Persatuan Pembangunan itu.
(erd/erd)











































