Guru Ditahan karena Pukul Murid, KPAI: Pidana Tak Selesaikan Masalah

Rina Atriana - detikNews
Sabtu, 21 Mei 2016 18:10 WIB
Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Jakarta - Seorang guru SMP di Bantaeng, Sulawesi Selatan, ditahan atas dugaan kekerasan terhadap seorang muridnya. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) beranggapan jalur pidana bukanlah cara bijak untuk menyelesaikan masalah.

"Membawa ke tindak pidana juga menurut saya tidak menyelesaikan masalah. Kita ini kan makhluk sosial, apalagi Bantaeng itu kabupaten kecil, antar warga akan sering bertemu," kata Ketua Divisi Pengawasan, Monitoring, dan Evaluasi KPAI Maria Advianti usai diskusi soal anak di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (21/5/2016).

"Pertama kredibilitas dia sebagai guru hancur, kemudian gurunya punya keluarga, orang tua, anak, itu juga porak poranda. Ini efek sosial yang harus dikedepankan daripada kita mengedepankan pasal-pasal pidana. Sebetulnya semangat UU itu untuk pencegahan," jelasnya.

Lebih jauh, Maria juga meminta para guru agar lebih memahami bahwa masa sekarang berbeda dengan masa lalu. Guru-guru yang mengayomi akan lebih disukai murid daripada mereka yang kerap memakai jalur kekerasan.

"Kalau kita tanya pada anak-anak kita sekarang, mereka akan lebih respect pada guru yang ngayomi, sekarang udah enggak jaman guru yang galak. Guru yang galak dan orotiter itu dijauhi anak-anak. Guru yang tidak menanyakan apakah anak-anak nyaman atau tidak," tutur Maria.

"Saya dulu ngajar di SMP, ketika murid saya ada yang tidak kooperatif, saya tinggal bilang, 'kamu mau belajar di kelas atau di luar?' Saya tidak ngusir dia. Kita tidak perlu marah kok," imbuhnya.

(rna/tor)