Pada Jumat 20 Mei 2016 sore waktu setempat, sesaat sebelum meninggalkan Sochi untuk kembali ke Indonesia, Jokowi memberikan kesempatan pertemuan dengan Ketua Permira di St Petersburg, Dennis Ardianto.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Hotel Radisson Blu Congress itu sempat dibahas mengenai jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembicaraan berlanjut mengenai masalah yang dihadapi dokter dokter yang belajar di luar negeri. Ketika kembali ke Indonesia, para dokter ini butuh waktu lama untuk bisa mendapatkan izin praktik gara-gara harus melakukan persamaan pendidikan ulang di Indonesia.
Sementara negara tetangga, misalnya Malaysia, mengirimkan ratusan mahasiswa kedokteran setiap tahunnya untuk belajar di Rusia dan ketika kembali ke negaranya, pelajar dari Malaysia langsung diwisuda lagi dan diberikan izin praktik.
Saat ini banyak pemuda dan pemudi Indonesia yang menempuh pendidikan dokter di luar negeri baik di Rusia, Jerman, China, Philiphina, juga negara negara lainnya mengalami hal yang sama.
Jokowi mengaku akan membantu menyelesaikan masalah tersebut walau tidak bisa langsung cepat terselesaikan.
"Nanti akan kita bantu," katanya di Sochi, Rusia, Jumat (21/5/2016).
Hal ini menjadi suatu cahaya terang bagi para dokter dan calon dokter yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri. Kabar ini disambut baik oleh Dennis yang telah 10 tahun belajar di Rusia mengambil pendidikan kedokteran spesialis kulit dan kelamin.
Semoga kelak akan ada jalan bagi dokter dokter maupun calon dokter yang belajar di luar negeri untuk bisa kembali ke tanah air dan mengabdikan diri bekerja demi membangun bangsa dan negara Indonesia.
Setelah pembicaraan selesai, Jokowi langsung turun dan menyempatkan diri berfoto dengan para diplomat dan staf dari KBRI Moscow di depan Hotel Radisson Blu Congress. Rombongan Jokowi pun meninggalkan Sochi untuk terbang kembali ke tanah air. (ang/dhn)











































