"Ini perlu adanya penerapan modernisasi teknologi yang lebih baik. Sehingga kopi bukan dijual seharga Rp 6.000 per cangkir, tetapi juga bisa dijual Rp 75.000 per cangkir seperti Starbucks," kata Nasir saat peresmian Taman Sains dan Teknologi Kopi dan Kakao di Pusat Penelitian (Puslit) Kopi dan Kakao Jember, Jumat (20/5/2016).
Menurut Nasir, beberapa kopi andalan Indonesia, seperti Arabica, ditanam di dataran tinggi. Hasil kopi semacam ini sedikit memberikan rasa asam pada kopi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Puslit Kabupaten Jember Misnawi menerangkan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di seluruh dunia.
"Ada 32 perguruan tinggi yang bekerja sama dengan kami. Di sini (Taman Sains dan Teknologi Kopi dan Kakao) semua orang bisa belajar menimba ilmu, baik wisatawan Indonesia maupun mancanegara," terangnya. (tor/tor)











































