"Dua-duanya karyawan, (bagian) administrasi," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta, Koesmedi Priharto saat dihubungi detikcom, Jumat (21/5/2016).
Koesmedi mengatakan, pihaknya menggerebek klinik itu atas adanya informasi masyarakat yang mengeluhkan praktik aborsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang dihimpun, penggerebekan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta dan anggota Polda Metro Jaya, Kamis (19/5/2016) sore kemarin. Aparat gabungan mendatangi sebuah rumah mewah berlantai 1 di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.
"Iya benar itu. Aku belum dapat laporan lengkapnya. Hanya penggerebekan di sana," ujar Kepala Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta, Koesmedi Priharto saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (19/5/2016).
Secara terpisah dijelaskan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Pemprov DKI, Tienke Maria Margareta, bahwa penggerebekan dilakukan setelah tim dapat laporan dari masyarakat. Sejumlah bukti-bukti di lokasi telah dikumpulkan olehnya.
"Kami dapat laporan masyarakat. Beberapa barang bukti sudah kami kumpulkan. Ada pengguguran kandungan iya," beber Tienke. (idh/dha)










































