Polri Latih Polisi Palestina Tangani Kejahatan di Dunia Maya

Polri Latih Polisi Palestina Tangani Kejahatan di Dunia Maya

Herianto Batubara - detikNews
Kamis, 19 Mei 2016 16:33 WIB
Polri Latih Polisi Palestina Tangani Kejahatan di Dunia Maya
Foto: dok. KBRI Amman
Jakarta - Polri memberikan pelatihan pada 10 polisi Palestina. Pelatihan ini khusus di bidang cyber crime dan digital forensic.

Dalam siaran pers yang disampaikan Kemlu RI, Kamis (19/5/2016), pelatihan dilakukan selama dua minggu dan ditutup hari ini di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Mohammad Monjid Jamal Hamouri, seorang Polisi dari Direktorat Investigasi Negara Palestina dalam penutupan pelatihan meminta kepada para hadirin untuk sejenak berdiri dan memanjatkan doa untuk rakyat Palestina yang selama ini telah menjadi korban kekerasan dan penganiayaan akibat penjajahan yang dilakukan oleh Israel.

Hamouri mewakili kesepuluh teman-temannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Polisi Indonesia, Kementerian Luar Negeri khususnya kepada Direktorat Kerja Sama Teknik yang menginisiasi kegiatan pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia Palestina, khususnya Polisi Palestina.

Lebih lanjut Hamouri dengan haru menyadari bahwa sudah cukup banyak bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah Indonesia dan juga rakyat Indonesia untuk rakyat dan pemerintahan Palestina, namun Palestina saat ini tetap masih membutuhkan bantuan dan dukungan dari negara-negara sahabat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu juga dilakukan penutupan pelatihan Public Order Management bagi polisi negara-negara Asia Pasifik. Kedua kegiatan pelatihan ini dilaksanakan oleh Direktorat Kerja Sama Teknik Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Lemdikpol dan Brimob Polri.

Dalam dua kegiatan yang diselenggarakan dalam waktu yang bersamaan tersebut, Lemdikpol Polri melatih 10 polisi Palestina dalam hal penanggulangan kejahatan di dunia maya dan forensik digital; sedangkan, Brimob melatih 2 polisi Afghanistan, 2 polisi Kaledonia Baru, 4 polisi Fiji, dan 2 polisi Myanmar disertai dengan 18 polisi Indonesia tentang materi dan praktek antisipasi demonstrasi, penguasaan kondisi dan peralatan anti huru hara.

Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Lemdikpol Polri, Brigjen Pol. Rachmad Fudail, dalam sambutannya, selain mengucapkan apresiasi dan penghargaan kepada peserta, mengharapkan agar para peserta dapat membagikan pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan ke negaranya masing-masing.

Sedang Ghafur Akbar Dharmaputra, mewakili Kementerian Luar Negeri, dalam sambutannya menyampaikan kedua pelatihan yang telah berlangsung dari tanggal 9-19 Mei 2016 tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah RI dalam pemberian bantuan pengembangan kapasitas kepada Palestina dan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan. (dra/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads