Warga Belanda Diadili Kasus Genosida Irak

Warga Belanda Diadili Kasus Genosida Irak

- detikNews
Sabtu, 19 Mar 2005 22:07 WIB
Jakarta - Persidangan seorang pengusaha Belanda yang dituduh menjual bahan kimi kepada mantan pemimpin Irak, Saddam Hussein, yang kemudian digunakan untuk membuat gas beracun, dibuka di kota Rotterdam.Frans van Anraat, 62, dikenai dakwaan kejahatan perang dan genosida, dia adalah warga Belanda pertama yang diadili dalam kasus ini.Seperti yang dikutip BBC sabtu (19/3/2005) Van Anraat dituduh menjual bahan kimia dari Amerika Serikat dan Jepang kepada Irak yang digunakan untuk membuat gas syaraf dan gas mustard.Disebutkan bahwa gas ini kemudian dipakai dalam serangan ke kota Halabja pada tahun 1988 dan lebih dari lima ribu warga Kurdi tewas.Persidangan ini akan menampilkan kesaksian dari Ali Hassan al-Majid, mantan ketua program senjata kimia Irak, yang dikenal dengan sebutan Ali Kimia.Dia sendiri telah dikenai dakwaan menjadi dalang serangan gas mustard di Halabja itu. Saddam Hussein juga dikenai dakwaan serupa.Frans van Anraat dituduh memasok ribuan ton bahan mentah senjata kimia yang digunakan dalam perang melawan Iran tahun 1980-1988 dan terhadap warga Kurdi Irak.Jaksa penuntut mengatakan PBB menggambarkan van Anraat sebagai "salah satu perantara penting dalam pembelian bahan-bahan kimia oleh Irak", demkian laporan kantor berita Reuters.Namun dalam sebuah wawancara yang dilakukan tahun 2003, van Anraat menyangkal tahu menahu soal serangan itu."Gambar serangan gas di kota Halabja sangat memprihatinkan. Namun saya tidak memerintahkan serangan itu," ujarnya dalam wawancara dengan majalah Belanda, Revu.Jaksa penuntut mengatakan pengusaha ini menjadi tersangka sejak tahun 1989, saat ditangkap di kota Milan, Italia, atas permintaan pemerintah Amerika Serikat. Namun dia kemudian dibebaskan dan lari ke Irak, tinggal di negara itu hingga tahun 2003.Laporan-laporan menyatakan saat itu dia memberi informasi kepada dinas rahasia Belanda mengenai program senjata Saddam Hussein. Setelah Irak diinvasi pada bulan Maret 2003, dia kembali ke Belanda dan ditangkap pada bulan Desember 2004 di Amsterdam.PBB mencurigai pengusaha itu adalah pemasok utama bahan-bahan kimia bagi rejim Irak, dengan mengirim 36 kali ke negara itu. Bahan-bahan yang dikirim antara lain gas syaraf dan mustard yang dibuat oleh Amerika Serikat dan Jepang.Jaksa penuntut mengatakan bahan-bahan kimia ini dikirim ke Irak lewat pelabuhan Antwerpen, Belgia, melalui Aqaba, Yordania. (mar/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads