"Sekarang kita tidak lihat siapa pendukung siapa. Semua jadi satu. Jadi kita lihat kompetensi dan kapasitasnya," kata Ketua Harian Golkar Nurdin Halid saat dihubungi, Kamis (19/5/2016).
Pengurus Golkar akan lebih ramping dengan jumlah hanya 157 orang. Posisi waketum pun dihapus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Formatur menargetkan kepengurusan Golkar selesai dalam dua kali rapat. Nantinya, pelantikan dilakukan saat rapimnas seusai Lebaran.
Lalu, bagaimana bila ada kader-kader Golkar yang kecewa karena tidak jadi pengurus?
"Pasti ada (kekecewaan). Tapi untuk apa kepengurusan yang besar tapi kerja politik tidak berjalan secara efektif," ujar Nurdin.
Sebelumnya, Loyalis Ade Komarudin, Firman Soebagyo mengatakan bahwa Novanto harus merangkul pendukung mantan caketum demi prinsip rekonsiliasi. Jika para pendukung mantan caketum diakomodasi sebagai pengurus, maka tidak akan ada kekecewaan.
"Akom punya pendukung yang signifikan. Kalau dilibatkan dalam DPP akan memberikan sinyal positif. Teman-teman mantan-mantan pengurus Ancol agar diakomodir juga sehingga tidak timbulkan kekecewaan," ungkap Firman.
(imk/tor)










































