"Penyusunan kepengurusan harus mengakomodir semua pihak agar tetap eksis. Karena Golkar tidak mungkin akan bisa besar dan menang di pemilu tanpa libatkan semua kader, apalagi kader pendukung calon lain," kata Firman saat dihubungi, Kamis (19/5/2016).
Jika para pendukung mantan caketum diakomodasi sebagai pengurus, maka tidak akan ada kekecewaan. Barulah saat itu rekonsiliasi bisa terwujud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ketum terpilih bisa akomodir itu semua, Munas rekonsiliasi bisa terwujud. Kalau ada sekat-sekat lagi akan berbahaya, akan timbulkan resistensi," sambung Firman.
Dia mengungkit kembali bagaimana Akom legowo tidak ada putaran kedua di pemilihan ketum. Padahal, Akom juga memiliki peluang untuk kembali bersaing dengan Novanto.
Lalu, bagaimana bila Novanto justru menyapu bersih pendukung Akom?
"Nanti tidak konsisten dengan spirit rekonsiliasi," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, pengurus Golkar akan lebih ramping dengan jumlah hanya 157 orang. Posisi waketum pun dihapus. (imk/tor)











































