Ada 2000 Koleksi Nusantara di Rijksmuseum Belanda, Mungkinkah Dikembalikan?

Ada 2000 Koleksi Nusantara di Rijksmuseum Belanda, Mungkinkah Dikembalikan?

Nograhany Widhi K - detikNews
Rabu, 18 Mei 2016 18:05 WIB
Ada 2000 Koleksi Nusantara di Rijksmuseum Belanda, Mungkinkah Dikembalikan?
Pihak Rijksmuseum Belanda turut membantu pengembalian tongkat Diponegoro ke Indonesia (Foto: Nograhany WK/detikcom)
Jakarta - Ada 2000 lebih koleksi tentang Nusantara di Rijksmuseum Belanda. Mungkinkah dikembalikan ke Indonesia?

"Saya tidak menghitung persisnya, namun untuk kasarnya, sekitar 2 ribu koleksi. Itu dalam bentuk gambar, dokumen, ada juga patung, senjata, furnitur yang dibikin di sini, di Indonesia," tutur Harm Stevens, sejarawan Rijksmuseum Belanda kala ditanya tentang jumlah koleksi Nusantara di sana.

Harm Stevens, sejarawan Rijksmuseum Belanda, yang meneliti soal tongkat Diponegoro (Foto: Nograhany WK/detikcom)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harm Stevens adalah sejarawan Rijksmuseum yang meneliti tentang tongkat Diponegoro dan menyarankan pengembalian tongkat Kiai Cokro milik Diponegoro ke Indonesia pada keluarga keturunan JC Baud. Keluarga JC Baud menyimpan tongkat Diponegoro itu selama 183 tahun sebelum dikembalikan ke Indonesia pada Februari 2015 lalu.

(Baca juga: Kisah Keluarga JC Baud yang 183 Tahun Simpan Tongkat Kiai Cokro Diponegoro)

Stevens menyampaikan hal itu di sela-sela seminar sejarah di hari museum internasional bertema "Objects, Museums, Histories: The Case of Diponegoro" di Museum Nasional Indonesia, Jl Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat, Rabu (18/5/2016). Stevens menyampaikan bahwa koleksi tentang Nusantara itu dirawat dengan sangat baik di sana.

Di tempat yang sama dalam kesempatan terpisah, Kepala Museum Nasional Intan Mardiana yang ditanya tentang kemungkinkan merepatriasi koleksi Nusantara di Rijksmuseum Belanda ke Indonesia menyatakan jangan terlalu buru-buru karena banyak yang mesti dipikirkan.

Museum Nasional, imbuhnya, sedang merenovasi gedung beserta tempat penyimpanan berstandar internasional. Intan tak mau melihat jauh-jauh ke seberang benua, namun mengambil contoh beberapa museum di Singapura. Menurutnya, tempat penyimpanan (vitrine) standar di museum Singapura itu dari Belgia. Nah, Museum Nasional menjadikan hal ini sebagai acuan sehingga nantinya bisa menerima, memamerkan, menyimpan bahkan merawat koleksi museum-museum dunia.

Kepala Museum Nasional Intan Mardiana (Foto: Nograhany WK/detikcom)


"Begini untuk sementara storage (tempat penyimpanan koleksi) kami harus selesaikan yang standar. Jangan cepat meminta tapi siapkan benda yang merupakan standar kita itu. Kalau dengan standar itu sudah bisa longterm atau menjadi di sini (repatriasi koleksi Nusantara)," imbuh Intan.

Jadi, jelas dia, banyak aspek yang harus dipikirkan itu. Selain tempat penyimpanan, perlu dipikirkan perawatan, ahli dan sebagainya. Sehingga bila repatriasi itu benar-benar terjadi, Indonesia sudah siap.

"Banyak aspek, bukan sekadar 'itu punyaku lho'. Semua ya mau (repatriasi koleksi Nusantara) tapi siapkan dong tempat yang standar maintenance-nya, ahlinya. Mulai dari benda kami sendiri deh, hasil penelitian kita, sudahkah dimuseumkan? Kami punya tempat yang cukup besar, yang dikatakan nasional," tuturnya sambil tersenyum. (nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads