Survei LSI Denny JA soal Dukungan Publik: PDIP Kian Jauh Tinggalkan Golkar

Survei LSI Denny JA soal Dukungan Publik: PDIP Kian Jauh Tinggalkan Golkar

Ahmad Ziaul Fitrahudin - detikNews
Rabu, 18 Mei 2016 17:48 WIB
Survei LSI Denny JA soal Dukungan Publik: PDIP Kian Jauh Tinggalkan Golkar
Munaslub Golkar (Zhahrah Qamarani/detikcom)
Jakarta - Konflik berkepanjangan hampir 1,5 tahun yang membelit Partai Golongan Karya berdampak pada tergerusnya dukungan publik terhadap partai berlambang pohon beringin itu. Jika di Pemilu 2014 Golkar memperoleh dukungan publik sebanyak 14,75 persen suara, maka Mei ini diperkirakan tinggal 10,8 persen.

Hal itu terungkap dalam hasil penelitian Lingkaran Survei Indonesia pimpinan Denny JA (LSI Denny JA) yang dipublikasikan hari ini, Rabu (18/5/2016). Pengumpulan data dilakukan pada 2 sampai 7 Mei 2016 menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.200 responden dan margin of error plus minus 2,9 persen.



Peneliti senior LSI Denny JA, Ardian Sopian, mengatakan dalam hal dukungan publik Golkar masih berada di urutan kedua di bawah PDI Perjuangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PDI Perjuangan pada Pemilu 2014 mendapatkan dukungan publik sebesar 18,95 persen. Hasil survei LSI Denny JA menyebut Mei ini dukungan publik untuk PDIP naik menjadi 21,5 persen dan kian jauh meninggalkan Golkar.

"Dari dukungan publik, Golkar masih nomor dua namun semakin berjarak dengan pemenang Pemilu 2014 (PDIP)," kata Ardian dalam paparan di Graha Dua Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (18/5/2016).

Posisi Golkar juga kian terkejar oleh Partai Gerindra yang berada di urutan ke-3 dengan 9,8 persen dukungan publik dan Partai Demokrat di urutan 4 dengan 7,5 persen dukungan.

Kisruh internal juga berdampak pada perolehan kemenangan Golkar di Pilkada serentak 2015. Golkar yang biasanya unggul teratas dengan perolehan di atas 50 persen, kini terpuruk hanya di urutan 9.

"Ia (Golkar) tak hanya di bawah PDIP tapi di bawah perolehan partai lain," kata Ardian.

Golkar, kata Ardian, perlu melakukan 4 hal jika ingin bangkit kembali. Keempat hal itu adalah bergabung dalam pemerintahan Jokowi, berjaya di Pilkada 2017 dan 2018, menyiapkan calon presiden dan wakil presiden dan branding baru. (erd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads