Corporate Communication PT Kereta Commuter line Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunnisa mengakui, saat ini gangguan tersebut belum sepenuhnya dapat diantisipasi, khususnya terkait persinyalan. Namun pihaknya menyerahkan persoalan tersebut kepada PT KAI.
"Kalau terkait persinyalan itu di bawah PT KAI Daop I," kata Eva saat dikonfirmasi, Rabu (18/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, selama ini PT KCJ selalu melakukan evaluasi terkait gangguan yang terjadi. Hasil evaluasi kemudian dijadikan masukan untuk mengantisipasi terulangnya kasus serupa di kemudian hari.
"Paling sering memang gangguan persinyalan. Kalau gangguan sarana tidak terlalu banyak," ujarnya.
Dalam catatan detikcom, selama 3 bulan terakhir, setidaknya terjadi 13 kali gangguan KRL. Penyebabnya macam-macam seperti kereta anjlok, gangguan wesel, gangguan listrik, gangguan persinyalan, kerusakan gerbong, pemotongan relasi, gangguan dari kereta jarak jauh hingga terdampak atas kebakaran yang terjadi di luar rel.
Sejak Maret hingga pertengah Mei saat ini, gangguan paling sering terjadi pada Bulan Maret. Sementara penyebab gangguan paling sering adalah masalah persinyalan dan gangguan listrik.
(kff/dra)











































