Lingkaran Survey Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA melakukan sigi untuk menjawab pertanyaan tersebut. Pengumpulan data dilakukan pada 2 sampai 7 Mei 2016 menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.200 responden dan margin of error plus minus 2,9 persen.
"Hasilnya 64,5 persen publik menyatakan untuk berjaya kembali, Golkar perlu branding baru dengan program dan tokoh nasional yang menjanjikan," kata peneliti senior LSI Denny JA, Ardian Sopian dalam paparanya di Graha Dua Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (18/5/2016).
Menurut Ardian konflik 1,5 tahun yang membelit Golkar menimbulkan sejumlah akibat negatif bagi partai berlambang pohon beringin itu. Seperti: merosotnya dukungan publik, jeblok di pilkada 2015, kegamangan sikap politik dan belum siap dengan alternatif pemimpin nasional untuk bersaing di Pilpres 2019.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Golkar, kata Ardian, perlu melakukan 4 hal jika ingin bangkit kembali. Keempat hal itu adalah: bergabung dalam pemerintahan Jokowi, berjaya di Pilkada 2017 dan 2018, menyiapkan calon presiden dan wakil presiden dan branding baru.
"Untuk berjaya kembali, Golkar tak cukup dengan pergantian ketua umum tapi perlu branding baru," ungkap Ardian. (erd/tor)











































