2 Insiden Salah Masuk Terminal Dinilai Sebagai Inkompetensi Maskapai

2 Insiden Salah Masuk Terminal Dinilai Sebagai Inkompetensi Maskapai

Idham Kholid - detikNews
Rabu, 18 Mei 2016 01:08 WIB
2 Insiden Salah Masuk Terminal Dinilai Sebagai Inkompetensi Maskapai
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Setelah Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, maskapai AirAsia juga salah menurunkan penumpang di terminal Bandara Ngurah Rai, Bali. Dua kejadian ini dinilai sebagai indikator inkompetensi maskapai-maskapai dan penyedia layanan ground handling.

"Saya cenderung menilai ini sebagai indikator inkompetensi maskapai-maskapai & ground handling service providers. Kualitas SDM yang diragukan. Dampak dari kebijakan perusahaan-perusahaan yang menekan biaya, bayar gaji semurah mungkin, potong biaya pelatihan dan HR QA (human resource quality assurance)," kata pengamat penerbangan Alvin Lie kepada detikcom, Selasa (17/5/2016).

"Pekerja hanya kerja badannya. Jiwanya di tempat lain. Tidak paham nilai strategis dari pekerjaan yang diemban," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Foto: Ilustrasi


Selain itu, lanjut Alvin, lemahnya fungsi kontrol dari Otoritas Bandara yang berwenang dalam memberi izin operasi para pekerja juga menjadi faktor terjadinya dua peristiwa salah terminal itu.

"Ini sudah dapat dikategorikan kondisi krisis. Kebetulan saja dua insiden berdekatan ini terjadi pada (maskapai) LCC (low cost carrier)," ujarnya.

Namun, Alvin yakin bahwa inkompetensi maskapai-maskapai dan penyedia layanan ground handling tidak hanya pada maskapai low cost carrier saja (LCC).

"Sangat tergantung filosofi bisnis petinggi maskapai. Bila orientasinya maximise profits by any means ya akan begitu jadinya," urainya.

Sementara terkait AirAsia yang salah terminal di Bandara Ngurah Rai, Bali, Alvin mengaku masih menunggu respons Kemenhub apakah akan memberi sikap yang sama seperti terhadap Lion Air.

"Kita lihat bagaimana nanti Dirjen Udara akan merespons. Lion hanya 'Ditegur Keras'. Akankah perlakuan yang sama diberikan kepada Air Asia?" tutupnya. (idh/dha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads