Singgung Rangkap Jabatan, Novanto: Akom Sudah Baik Sebagai Ketua DPR

Singgung Rangkap Jabatan, Novanto: Akom Sudah Baik Sebagai Ketua DPR

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 17 Mei 2016 22:27 WIB
Singgung Rangkap Jabatan, Novanto: Akom Sudah Baik Sebagai Ketua DPR
Setya Novanto dan timsesnya (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Badung - Ketum Golkar Setya Novanto menyinggung masalah rangkap jabatan yang sempat dilontarkan juga oleh Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan. Apakah ini menyindir Ade Komarudin yang disebut-sebut tak didukung pemerintah menjadi Ketum Golkar karena sudah menjabat sebagai Ketua DPR?

"Program rekonsiliasi ini merupakan bagian dari konsolidasi total yang akan saya jalankan. Konsolidasi total mengharuskan totalitas, pengabdian kepada Partai Golkar sehingga memimpin Golkar tidak setengah-setengah, tidak dengan merangkap jabatan-jabatan lain," ungkap Novanto.

Hal tersebut disampaikan Novanto dalam Pidato Pertamanya sebagai Ketum Golkar di acara penutupan Munaslub di BNDCC, Bali, Selasa (17/5/2016). Novanto pun mengaku akan segera menanggalkan jabatannya sebagai Ketua Fraksi Golkar DPR untuk fokus menjalan tugas ketum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena itu pada saatnya saya akan mengundurkan diri sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar. Alhamdulillah keluarga saya sudah mengikhlaskan dan mewakafkan dalam saya memperjuangkan Partai Golkar," sebutnya.

Novanto mengaku siap 'diganggu' oleh para kader Golkar, khususnya kader di DPD tingkat I dan II. Teleponnya siap 24 jam seperti yang selama ini telah ia lakukan.

"24 jam telepon saya akan nyalakan. silakan telepon. Jadi kalau kemarin saya dilihat di TV di mana-mana saya berdiri dengan ngantuk. Itu tidak lain saya mencoba menerima seluruh telepon dari manapun. Jadi saya mohon maaf kalau sampai tertidur," sebutnya.

Pernyataan Novanto itu merujuk pada video yang beredar di media sosial. Saat pembukaan Munaslub, ia sempat tertangkap kamera tertidur ketika sedang mendengarkan hymne Mengheningkan Cipta. Saat terkaget bangun, Novanto hampir terjatuh dan belakangan diketahui tangannya dipegang Airlangga Hartarto sehingga tidak terjatuh.

Soal rangkap jabatan sendiri sempat dilontarkan oleh Luhut usai menemui sejumlah caketum Golkar termasuk Novanto. Saat itu Luhut mengatakan Presiden Joko Widodo tidak suka dengan Ketum Golkar yang merangkap jabatan. Tapi itu sudah dibantah oleh Wapres Jusuf Kalla.

Sementara itu soal aksi Ade Komarudin (Akom) yang melenggang dari arena pemilihan Ketum, kabar beredar bahwa ada deal antara Akom dan Novanto. Isunya adalah jika Akom terus melawan, Novanto akan menggesernya dari posisi Ketua DPR saat menang menjadi Ketum Golkar.

Lalu apakah Novanto akan mencopot Akom dari pimpinan DPR atau justru mempertahankannya?

"Ade kerja sebagai ketua DPR kan baik, menjalankan tugas dan fungsinya secara baik. Kita harapkan tentu akan terus menindaklanjuti program-program dengan pemerintah," jawab Novanto tanpa memastikan.

Ketika dikonfirmasi soal apakah ia akan mengevaluasi posisi Akom, Novanto hanya tersenyum. Namun secara tersirat ia mengesankan masih tetap akan mempertahankan Akom sebagai Ketua DPR selama terus mendukung pemerintah.

"Apa yang sudah saya putuskan untuk mendukung daripada pemerintahan Jokowi-JK," tutup Novanto usai penutupan Munaslub.

(elz/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads