Penumpang maskapai AirAsia QZ509 dari Singapura yang mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, sempat salah masuk ke terminal kedatangan domestik. Pihak imigrasi menyebut ada 48 penumpang (sebelumnya pihak PT AP I menyebut ada 47 penumpang) yang sempat salah masuk dan sudah diarahkan kembali.
Namun sempat ada seorang penumpang berkewarganegaraan Selandia Baru yang keluar dari terminal kedatangan domestik. Namun Kabag Humas Ditjen Imigrasi Heru Santoso menyebut bahwa seorang penumpang itu telah melapor ke imigrasi.
"Isinya 48 orang, sudah berhasil diamankan. Artinya 47 orang bisa dibawa ke imigrasi, 1 orang keluar dan orang itu sudah kembali ke imigrasi," ucap Heru ketika dikonfirmasi detikcom, Selasa (17/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya hari ini, saya belum dapat laporan resmi tapi sudah tadi," ucapnya.
Peristiwa itu terjadi pada Senin, 16 Mei 2016. Saat itu pesawat AirAsia QZ509 yang mengangkut 155 penumpang dari Singapura mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada pukul 23.54 WITA. Pesawat yang digunakan untuk penerbangan QZ509 parkir di Bay 04.
Corporate Secretary PT Angkasa Pura I, Farid Indra Nugraha, menyebut bahwa terjadi kesalahan komunikasi sehingga sebagian penumpang pesawat itu masuk ke terminal kedatangan domestik. Kemudian, petugas darat AirAsia dibantu oleh tim Aviation Security segera mengarahkan penumpang kembali ke bus untuk kemudian diantarkan ke terminal kedatangan internasional.
"Setelah itu, perwakilan manajemen dari AirAsia Indonesia juga segera melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait yang terdiri dari Angkasa Pura I selaku operator Bandara Internasional Ngurah Rai, AMC, Aviation Security, Otoritas Bandara, Airnav Indonesia, Imigrasi dan Bea Cukai, serta pihak Ground Handling untuk melakukan investigasi langsung secara bersama di Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, Bandara Internasional Ngurah Rai, mulai pagi hari tanggal 17 Mei 2016," kata Farid.
Sebelumnya, peristiwa serupa terjadi dari saat pesawat Lion Air JT 161 dari Singapura yang mendarat di Bandara Soekarno Hatta namun penumpangnya dibawa ke terminal domestik, dan tak lewat bagian imigrasi. Peristiwa itu terjadi pada 10 Mei 2016.
(dhn/dhn)










































