"Ini bukan kemenangan saya pribadi dan tim, tapi kemenangan kita semua, kemenangan Partai Golkar," ungkap Novanto dalam pidatonya di BNDCC, Bali, Selasa (17/5/2016).
Novanto berhasil memenangkan pemilihan Ketum Golkar setelah Ade Komarudin yang berhasil masuk putara kedua setelah voting putaran pertama mundur secara sukarela. Novanto pun menjanjikan kepada para mantan caketum Golkar untuk masuk dalam kepengurusan yang dipimpinnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sampaikan penghargaan kepada caaketum, walau kita berkompetisi, tapi kita tetap bersaudara. Mari kita bekerja sama. Saya tidak bisa memimpin partai besar ini tanpa bantuan dari saudara-saudara semua," ucap Novanto.
"Bantuan saya harapkan juga dari kader-kader Golkar termasuk yang di daerah. Ini saatnya kita bangkit. Oleh karena masa bakti kepengurusan tinggal 3 tahun, kita perlu lakukan akselerasi atau percepatan," sambungnya.
Dalam kepemimpinan barunya, Novanto berjanji untuk melepaskan jabatannya sebagai Ketua Fraksi Golkar. Selain itu dia mencanangkan program kerja 100 hari untuk jangka pendek.
"Saya pastikan rekonsiliasi dapat berjalan dengan baik dari pusat hingga daerah. Rekonsiliasi harus total. Saya akan siap, 24 jam telepon saya akan nyalakan. Silakan telepon," kata Novanto.
Acara penutupan Munaslub ini dihadiri oleh Mendagri Tjahjo Kumolo yang mewakili Presiden Joko Widodo untuk menutup munaslub. Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang dan mantan Ketum Golkar yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina, Aburizal Bakrie.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Wakil Ketua MPR Bapak Oesman Sapto Odang, beliau mestinya berangkat ke Korea, tapi karena concern ke Golkar, maka masih di sini," tutup Novanto. (ear/tor)










































