Mega Kecam Kelompok-kelompok Pembaruan PDIP
Sabtu, 19 Mar 2005 15:18 WIB
Surabaya - Munculnya berbagai gerakan yang mengkritik kepemimpinannya di PDIP membuat Megawati Soekarnoputri meradang juga. Mega menilai munculnya gerakan-gerakan akibat ketidakpuasan karena mereka tidak terpilih lagi menjadi anggota dewan. "Seharusnya mereka itu instropeksi kenapa tidak terpilih. Harusnya mereka turun langsung ke rakyat, ke konstiuen, agar hidungnya dikenal. Bukan malah merusak citra PDIP," katanya.Mega, saat memberi sambutan dalam pembukaan rapat kerja daerah DPD PDIP Jawa Timur di Hotel Garden Palace, J. Yos Sudarso, Surabaya, Sabtu (19/3/2005), kemudian menyindir bahwa mereka itu sebelumnya tidak bisa menggunakan dasi. Tapi setelah di PDIP mereka memperoleh dukungan dari bawah sehingga menjadi anggota dewan dan mereka lupa akan hal itu. "Tapi lupa mereka itu. Coba saya tanya mereka itu asalnya dari mana. Kan dari PDIP juga. Orang-orang seperti itu yang tidak mau menjaga kehormatan dan mekanisme partai lebih baik keluar saja dari pada bikin rewel."Mega, tanpa menjelaskan lebih jauh siapa yang dimaksud dengan mereka, menyatakan tidak menjatuhkan sanksi karena itu hanya akan memperkeruh masalah. "Kalau dikasih sanksi mereka pasti marah. Kok masih ada orang-orang seperti itu, masya Allah. Yang dulu hanya pakai sandal jepit sekarang magrong-magrong." Selanjutnya Mega mengingatkan kelompok-kelompok itu agar mempengaruhi atau melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu jalannya Kongres II PDIP di Denpasar."Sebenarnya itu hak mereka untuk berorganisasi dan sebagai dinamika demokrasi. Tapi kalau sampai mereka mengganggu dan mengobrak-abrik kongres, saya akan tantang dan lawan mereka demi harga diri PDIP," tegas Mega.Mega juga menegaskan dalam kongres yang menentukan adalah utusan-utusan yang telah diberi mandat oleh aspirasi bawah. "Mereka yang koar-koar itu kan bukan sebagai utusan. Jadi keputusan mutlak di tangan utusan. Mereka mau memilih siapa itu sesuai dengan berita acara yang telah dilakukan melalui mekanisme yang ada."Sebagaimana diketahui suhu politik di internal PDIP menjelang Kongres II PDIP di Bali akhir Maret ini semakin panas saja. Setelah ada Gerakan Pembaruan PDIP, kini giliran kaum muda PDIP menyerukan perubahan di internal partainya, namanya Revisi.Deklarasi gerakan pemuda yang yang merupakan singkatan dari regenarasi, revitalisasi, dan rekonsiliasi PDIP itu dihadiri sejumlah tokoh pembaruan PDIP. Mereka, antara lain, Didi Supriyanto, Sukowaluyo Mintorahardjo, Abdul Madjid, Laksamana Sukardi, Roy B.B. Janis, Pius Lustrilanang, serta ratusan perwakilan pemuda PDIP dari Jakarta, Jabar, dan Banten. Laksamana, misalnya, dalam orasinya mengibaratkan kondisi PDIP saat ini sebuah suku terasing, primitif, sangat liar, dan terkesan seperti fans club. Sebab, DPC, DPD, maupun DPP sama sekali tidak memiliki peran untuk mengambil keputusan. Semua keputusan dan kebijakan partai diambil kepala suku. Wah, pantas saja Mega marah dibuatnya.
(gtp/)











































