"Perekrutan pengawas ini inisiatif Pengda (Pengurus Daerah) DKI, untuk menjamin UM menjadi lebih berintegritas, integritasnya lebih terjaga. Pengda DKI membuat kebijakan di mana pengawasnya dari alumni. Tujuan agar hasil ujiannya lebih tinggi integritasnya," jelas Eko Suwardiyanto, Bendahara Kagama Pengda DKI. Dalam kepanitiaan UM UGM di Jakarta ini, Eko menjadi koordinator pengawas.
Eko yang dihubungi detikcom, Selasa (17/5/2016), menambahkan, bahwa inisiatif Kagama Pengda DKI ini belum tentu berlaku atau diikuti panitia lokal UM UGM di 2 kota lainnya, seperti di Balikpapan, Kaltim dan Pekanbaru, Riau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk lokasi, Eko mengatakan belum memastikan, hanya panitia sudah survei beberapa calon lokasi UM UGM seperti di Kampus STIKES di bawah Kemenkes, Pusdiklat Kemendagri hingga Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.
Eko memperkirakan, UM UGM yang berlangsung pada 5 Juni 2016 diikuti 3.000 peserta. Jadi, dibutuhkan sekitar 300 pengawas dari alumni UGM.
"Untuk pengawas kami lakukan semacam seleksi. Sebenarnya ini tertutup, baru diumumkan tadi malam melalui grup-grup WA. Kami merekrut alumni dengan penjamin berjenjang. Diutamakan pengurus yang rekrut teman-temannya, jadi penanggung jawabnya. Kalaupun bukan pengurus, pengawas itu cukup dikenal pengurus, dikenal baik integritasnya dan seterusnya," imbuh dia.
Eko tidak menduga banyak alumni yang antusias dan ingin terlibat, mereka ingin berkorban untuk UGM. Pengawas yang bertugas ini bersifat sukarelawan.
"Namun adalah uang transpor sekadarnya," tuturnya. (nwk/nrl)










































