Peneliti CSIS Arya Fernandes menyebut paling tidak sosok caketum Golkar harus memiliki 5 kriteria. Pertama, caketum Golkar harus punya hubungan yang baik dengan Istana.
"Karena Istana sudah memberi sinyal penerimaan terhadap Golkar dalam reshuffle nanti," kata Arya saat berbincang, Senin (16/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Caketum juga harus mendapatkan tingkat penerimaan publik yang baik, karena pelaksanaan pileg dan pilpres serentak. Sosok ketum akan diperhitungkan pemilih," ulas Arya.
Keempat, ketum Golkar harus bisa diterima semua faksi yang ada di internal Golkar. Kelima, caketum Golkar juga harus mempunya kemampuan yang baik ke Koalisi Merah Putih (KMP) dan juga ke parpol-parpol yang sudah sejak awal mendukung Pemerintah.
"Kekuatan caketum itu ada yang kuat di satu sisi dan lemah di sisi lainnya. Apapun hasilnya, asalkan prosesnya demokratis saya kira itu pilihan terbaik bagi Golkar," pungkas Arya.
Munaslub Partai Golkar berlangsung hingga pukul 23.20 WIB tengah malam ini. Mereka mengejar waktu untuk segera melangsungkan pemilihan ketua umum baru, periode 2016-2019.
Pemilihan ketum diperkirakan akan selesai dalam waktu 3-5 jam ke depan, atau sekitar pukul 04.30 WITA dini hari, Selasa (17/5). (tor/fdn)











































