Kebakaran yang terjadi pada pukul 08.00 WIB ini baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.30 WIB. Selain bantuan dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), ternyata sejumlah pasukan 'Turn Back Crime' dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga turut membantu warga dalam proses pemadaman tersebut.
![]() |
"Itu kami kebetulan sedang piket, ada peristiwa kebakaran ya kita turun ke lapangan. Kan yang namanya piket kalau ada 'taruna' (kejadian) harus turun dong," ujar Aiptu Zakaria saat dikonfirmasi detikcom, terkait postingan foto-fotonya saat menangani kebakaran di lokasi, Senin (16/5/2016).
Anggota Unit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang biasa dipanggil Jack itu mengatakan, timnya mendapat informasi adanya kebakaran di lokasi pada pukul 08.00 WIB. Ia dan timnya berjumlah belasan orang yang dipimpin AKP Rovan Richard pun bergegas meluncur ke TKP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jack dan sejumlah anggota juga memberikan imbauan kepada warga untuk menyelamatkan barang-barang di dalam rumah. Tidak hanya memadamkan api, para anggota polisi yang memakai kaos 'Turn Back Crime' itu pun membantu mengevakuasi manula dan anak kecil dari dekat sumber api.
![]() |
"Memberikan bantuan kemanusiaan kan tidak ada salahnya. Yang penting jangan sampai ada korban jiwa dan alhamdulillah tidak ada korban jiwa," ucapnya.
Para anggota Reskrimum Polda Metro Jaya itu dengan tulus dan tanpa pamrih ikut berjibaku dengan warga dan petugas Damkar untuk memadamkan api.
![]() |
Sekitar 800 jiwa kehilangan tempat tinggalnya akibat kebakaran itu. Sementara warga yang terdampak mengungsi di lapangan SMK 35 Jakarta Barat yang berada di depan lokasi kebakaran. Mereka membangun tenda dan menyimpak sebagian barang yang masih bisa diselamatkan di lapangan tersebut. (mei/dra)













































