PT Bintaro Serpong Damai (BSD) selaku pengelola Tol JORR BSD menegaskan tak ada kelalaian yang dilakukan pihaknya. Berikut penjelasan lengkap dari PT BSD terkait insiden robohnya JPO tersebut, dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (16/5/2016):
Beroperasi pada 2 Februari 1999, PT Bintaro Serpong Damai (BSD) adalah pemegang konsesi dari jalan tol sepanjang 7,25 km yang menghubungkan antar daerah Serpong dan Pondok Aren, Jakarta. Mengelola jalur utama yang secara signifikan mengurangi waktu tempuh dan kemacetan bagi penduduk dan kepentingan bisnis bagi kedua area ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan Tol Serpong – Pondok Aren merupakan jalan tol yang dibangun dan dilaksanakan oleh BSD dan pengoperasiannya bekerjasama dengan PT Jasa Marga yang tertuang dalam Perjanjian Kerjasama Pengoperasian dan Pemeliharaan (PKPP) Jalan Tol Serpong – Pondok Aren No. 004/SPK-DIR/1998 tanggal 19 Mei 1998, BSD dalam hal ini sebagai investor. Jalan Tol Serpong - Pondok Aren ini dioperasikan secara komersial pada tanggal 2 Februari 1999 berdasarkan Kepres nomor 11, tanggal 27 Januari 1999.
Sekitar pukul 21.45 WIB, Minggu (15/5), Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Tol BSD, Tangerang ambruk ditabrak truk trailer bermuatan crane yang melintas dari arah BSD melaju di jalur 1 ke arah Jakarta. Truk bernomor polisi B 9026 BEA tersebut memasuki KM 7 dalam kecepatan wajar. Dan hingga saat ini masih telusuri penyebab detail sebab terjadinya insiden tersebut.
Tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut.
Akibat rubuhnya JPO tersebut, lalu lintas dari dan menuju Jakarta dan sebaliknya dialihkan menuju jalur alternatif. Posisi JPO berada di KM 7+600 dari arah BSD hingga Ulujami. Saat ini, satu jalur sudah dibuka dan diberlakukan contra flow dari KM 10 sampai KM 7. Contra flow adalah penggunaan satu lajur untuk 2 arah.
Deden Rochmawaty, GM Corporate Affairs PT Nusantara Infrastructure Tbk mengatakan, JPO yang ambruk dibangun pada tahun 2007, sehingga usia jembatan tersebut belum mencapai 10 tahun. Jembatan tersebut dibangun dengan memenuhi semua standar persyaratan untuk Jembatan yang Melintang di Badan Jalan Tol, sesuai dengan Standar Geometri Jalan Raya, seperti Clearance 4,2 meter, dan sebagainya.
Jembatan tersebut sebelum tertabrak memiliki kondisi yang sangat layak, tidak pernah mengalami masalah teknis, dan dilakukan pengecekan secara berkala secara periodik 2 kali dalam setahun oleh team manajemen BSD. Selain itu, rambu penanda ketinggian maksimum terpasang dengan baik pada setiap jembatan yang di jalan tol BSD.
Akibat kejadian tersebut, semua akses dari Jakarta – Tangerang ditutup diarahkan ke Ciputat melalui Pamulang. Tidak ada korban tewas dalam kejadian jatuhnya JPO, kecelakaan hanya menimpa kepala tronton bagian belakang. Kasus ini masih ditangani oleh Polres Tangerang Selatan.
Purwoto, Direktur Utama PT Bintaro Serpong Damai, mengatakan, telah melakukan beberapa penanggulangan pasca ambruknya jembatan, yaitu traffic management untuk memecah kemacetan yang terjadi. Setelah traffic terurai, kami menutup semua gerbang yaitu gerbang tol Pondok Ranji dan Pondok Aren. Kami telah mendatangkan 2 crane, yang berkapasitas 45 ton dan 50 ton. Pukul 04.40 pagi ini, girder jembatan di posisi arah BSD berhasil terangkat, sehingga salah satu arah dapat digunakan untuk pengguna jalan walaupun secara menggunakan 1 lajur untuk 2 arah (contra flow). Sampai saat ini, kami masih mengusahakan untuk mengevakuasi girder jembatan di posisi arah Jakarta.
Bagi pengendara yang ingin menghindari Tol BSD dapat melalui jalur alternatif berikut ini :
1. Pintu masuk Tol Tegal Rotan arah BSD ditutup total. Masyarakat yang akan menuju Bintaro silakan melewati Jalan Cendrawasih, Merpati Raya, Aria Putra, Bukit Raya, Ciater, BSD, Alam Sutera – Pintu Tol Alam Sutera.
2. Pintu masuk Tol Rawa Buntu arah Jakarta ditutup total sehingga masyarakat dapat menggunakan akses pintu tol Alam Sutera.
3. Pintu masuk Tol BSD arah Jakarta ditutup total sehingga masyarakat dapat menggunakan akses pintu Tol Alam Sutera.
4. Masyarakat yang sudah terlanjur menggunakan akses tol JORR menuju BSD akan diarahkan keluar pintu Tol Pondok Aren, selanjutnya melewati Tegal Rotan, Cendrawasih, Merpati Raya, Aria Putra, Bukit Raya, Ciater, BSD. (rvk/fdn)










































