Kerusuhan yang diisi dengan baku hantam itu terjadi di pintu masuk arena Munaslub Golkar, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Senin (16/5/2016) sekitar pukul 15.30 WITA.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nama lu (Anda) siapa? Tahu gue (saya) enggak?" kata pria berbaju Baladhika itu.
Suasana menjadi tegang. Polisi yang mencegah pria itu masuk tetap tak memperbolehkannya beringsut lebih jauh melewati pintu.
"Ini polisi main politik ini," kata pria itu kepada personel Brimob. Keduanya lantas bertatap-tatapan mata dengan tajam.
Salah seorang koleganya menyebut, nama pria berbaju Baldhika tersebut adalah Nofel, seorang fungsionaris dari DPP.
"Saya ini dari DPP loh," kata pria itu kepada personel Brimob.
![]() |
Tak lama berselang, dia masuk melewati pintu kaca BNDCC. Namun hanya sejenak, dia ditolak masuk lebih jauh. Sontak, keributan terjadi.
Alat pemindai tamu di pintu masuk bahkan roboh. Pukulan demi pukulan melayang. Personel Brimob bertindak tegas, mengeluarkan tongkatnya memukul salah seorang yang nampak ribut. Akhirnya pria yang tak diperbolehkan masuk tadi bersama beberapa kawannya keluar menjauh dari arena Munaslub.
Para anggota Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) yang berjumlah seratusan orang keluar menghambur. Ini tentu menambah tegang suasana. Sementara itu, rapat Munaslub Golkar di dalam ruangan masih berlangsung. (dnu/erd)













































