Rekannya Ditangkap, Mogok Sopir Angkot Palu Nyaris Rusuh

Rekannya Ditangkap, Mogok Sopir Angkot Palu Nyaris Rusuh

- detikNews
Sabtu, 19 Mar 2005 11:32 WIB
Palu - Para sopir angkot yang menggelar aksi mogok di depan kantor Dishub Sulteng, Jl Kartini, Palu Selatan, Sabtu (19/5/2005) mulai membakar ban-ban bekas di ruas jalan. Mereka juga nyaris bentrok ketika seorang temannya ditangkap polisi.Aksi bakar ban itu dicoba dihalangi polisi yang mengamankan lokasi. Namun mereka tetap nekat. Mereka mengambil ban-ban bekas yang ada di angkot Carry yang mereka parkir di kiri kanan Jl Kartini. Lalu wussss....para sopir lalu menyulutnya di tengah jalan. Asap hitam berbau tajam pun membumbung.Aksi bakar-bakar ban dilakukan setelah mereka bosan menunggu perwakilan mereka berdialog demgan Kepala Dinus Perhubungan (Kadishub) Jamuluddin Parengrengi. Mereka mencoba memaksa masuk ke kantor Dishub ketika salah seorang perwakilan mereka menjelaskan bahwa hari ini akan diadakan percobaan tarif baru resmi.Para sopir angkot meminta tarif baru itu bukan hanya percobaan, tapi menjadi tarif definitif. Massa kemudian dibarikade oleh Satuan Perintis Polres Palu dan Satpol PP. Saat ini Kapolres Palu AKBP Guntur Widodo dan Wakapolres Palu Kompol Hermanto juga sudah berada di lokasi. Mereka berdialog dengan perwakilan sopir.Sementara, Kadishub terus memberikan penjelasan kepada para sopir yang terus meminta tarif baru diberlakukan definitif. Kadishub memberi penjelasan di balik pintu gerbang yang tertutup rapat dengan megafon.Situasi sempat mendingin setelah polisi memadamkan ban-ban bekas yang dibakar. Tapi suasana memanas kembali setelah polisi mengamankan seorang sopir. Sopir itu digelandang masuk ke mobil polisi setelah mengeluarkan celetukan ketika Kapolresta tengah memberikan penjelasan kepada para sopir angkot.Kontan ratusan sopir memrotes penangkapan itu. Mereka berteriak-teriak agar rekannya dibebaskan. Mereka mengejar mobil polisi yang membawa rekan mereka. Mobil itu bergerak mundur. Hingga pukul 11.30 WIB atau 12.30 Wita, aksi itu masih berlangsung. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini