DPP Hidayatullah Temui Wapres JK Bicara Soal Dakwah Hingga Isu Komunisme

Ray Jordan - detikNews
Senin, 16 Mei 2016 13:48 WIB
Wapres JK (Foto: Ferdinan/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Hidayatullah Nasirul Haq menyambangi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wapres. Nasirul Haq meminta pandangan dan nasihat dari JK mulai dari dakwah hingga masalah ideologi komunisme.

Nasirul mengatakan, DPP Hidayatullah menganggap Wapres JK sebagai orang tua yang patut untuk dimintai pandangannya. Salah satu nasihat yang diminta yakni terkait dengan dakwah.

"Kami minta pandangan dan arahan terkait pendidikan dan dakwah yang menjadi mainstream kami, termasuk bidang ekonomi dan sosial menjadi perhatian kami. Alhamdulillah apa yang menjadi tekad kami, menjadi rumusan kami, sejalan dengan apa yang menjadi concern beliau bagaimana pendidikan Islam menjadi pendidikan yang unggul dan jadi pilihan masyarakat," kata Nasirul Haq di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (16/5/2016).

Di bidang dakwah, lanjut Nasirul Haq, DPP Hidayatullah meminta masukan dari JK bagaimana mengembangkan dakwah di nusantara. "Terutama daerah pelosok yang selama ini sangat haus pencerahan," katanya.

Masalah ekonomi juga dibahas dalam pertemuan itu. Nasirul Haq mengatakan, JK ingin agar DPP Hidayatullah juga aktif menggerakkan anggotanya dalam bidang ekonomi.

"Bidang ekonomi kami didorong Pak Wapres, agar bagaimana memotivasi menggerakan anggota, kader-kader agar bisa memiliki etos kerja yang tinggi, bagaimana bisa berani dan usaha. Sehingga bisa memberikan kontribusi yang maksimal dengan dakwahnya," jelas Nasirul.

Tak hanya itu, masalah ideologi komunisme yang belakangan marak lagi, turut dibahas. Dalam hal itu, JK menawarkan solusi agar masyarakat harus disejahterakan, sehingga tidak ada ruang untuk paham ideologi masuk dan berkembang.

"Terakhir juga kami sampaikan kepada Pak Wapres keprihatinan umat Islam dan tokoh-tokoh Islam atas munculnya indikasi kebangkitan isu ideologi komunis. Solusi yang ditawarkan beliau mensejahterkan rakyat sehingga ideologi komunis tidak ada ruang untuk memanfaatkan adanya ketimpangan sosial ekonomi, tidak ada kesenjangan sosial," katanya.

"Beliau juga dengan tegas bahwa ideologi (komunisme) bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila. Harus diberantas dan harus dicegah," tambahnya.

Selain, hadir juga Dewan Pertimbangan Hidayatullah Hanim Thohari. Dia menegaskan paham komunisme membahayakan bagi ketahanan nasional.

"Ideologi liberalisme, sosialisme dan komunisme sama-sama membahayakan bagi ketahanan nasional, mengancam NKRI. Maka itu sejalan apa yang disampaikan oleh Pak Wapres, Hidayatullah berusaha sedemikian rupa untuk mencegah perkembangan liberalisme dan komunisme di NKRI. Dan kami akan berusaha sungguh-sungguh melawan dengan memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak bangsa ini," jelasnya. (jor/hri)