Setahun Kinerja Pasukan Oranye, Ahok: Kita Kasih Nilai 60-70

Setahun Kinerja Pasukan Oranye, Ahok: Kita Kasih Nilai 60-70

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Senin, 16 Mei 2016 12:38 WIB
Setahun Kinerja Pasukan Oranye, Ahok: Kita Kasih Nilai 60-70
Pasukan Oranye/ Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) atau yang populer disebut 'Pasukan Oranye' sudah bertugas selama setahun sejak Mei 2015. Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) pun memberikan penilaian kepada pasukan yang telah berjasa mengangisipasi banjir itu.

"Jadi umumnya PPSU itu di atas rata-rata kalau kita kasih nilai 60-70. Ada yang masih lemah," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/5/2016).

Petugas yang masih lemah itu menurut Ahok adalah yang dimanfaatkan oknum Lurah. Ahok menyebut, misalnya, ada petugas PPSU yang minta bayaran untuk potong ranting pohon, tapi permintaan bayaran itu dilakukan oleh oknum lurah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oknum lurah itu minta Rp 3-4 juta buat potong pohon. Lalu dia suruh PPSU untuk motong rantingnya. Ada juga oknum lurah yang cuma suruh PPSU untuk layani aduan dari Qlue saja, malah ada yang nakal jadi yang ngadu itu PPSU sendiri biar kelihatan dikerjain," sebut Ahok.

Dia kemudian akan mengevaluasi PPSU dan petugas lurah. Jika terbukti ada pelanggaran, maka dia akan 'cuci gudang'.

Ahok ingin PPSU bekerja secara maksimal. Sehingga setiap hari tak hanya membersihkan titik yang sama saja. Ahok juga menemukan laporan adanya oknum PPSU yang malas.

"Jadi dia malas, lalu kerja seadanya. Dia kasih setoran ke oknum lurah supaya bisa kerja malas-malasan," ucap Ahok.

Menurut Ahok, PPSU berstatus sebagai Pekerja Harian Lepas (PHL). Sehingga fungsi supervisi ada di PNS. (bpn/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini