"Pagi ini Munas Golkar bertaburan uang miliaran. Setiap Ketua DPD I yang menyebut nama caketum tertentu dan minta voting uang terbuka Rp 5 miliar," kata salah seorang pengurus DPP Golkar, kepada wartawan di arena Munaslub Golkar di BNDCC, Bali, Senin (16/5/2016).
Hal tersebut tampaknya bukan rumor belaka. Para pemilik suara juga menerima SMS tawaran miliaran rupiah bagi Ketua DPD yang menyebut nama caketum Golkar tertentu di Pandangan Umum Munaslub. Bisa jadi manuver para Ketua DPD menyatakan dukungannya di forum pandangan umum terkait SMS tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada (menerima guyuran uang). Malah ada SMS dari nomor nggak dikenal akan dapat uang kalau nyebutin nama calon," ujar Zoerman kepada detikcom di arena munaslub Golkar, BNDCC, Bali, Senin (16/5/2016).
SMS tersebut datang dari nomor 081294411813 yang tak dikenal oleh para pengurus DPP Golkar. Bunyi SMS tersebut sebagai berikut:
"Penting! Beredar informasi dari arena munas, ketua DPD I yang sebut nama calon tertentu dlm pandangan umum malam ini akan menerima Rp 3 M."
Soal 'harga' satu suara di Munaslub Golkar memang sudah jadi isu panas sejak Munaslub dibuka Jumat lalu. Konon katanya ada caketum yang mematok Rp 1 M, namun karena situasi semakin rumit harga pun terus naik. Lalu berapa 'harga pasaran' terakhirnya? Sampai kapan Golkar akan terjebak dalam isu permainan uang? (van/tor)










































