1 Tersangka Pembunuhan Sadis di Tangerang Berstatus Sebagai Pelajar SMP

1 Tersangka Pembunuhan Sadis di Tangerang Berstatus Sebagai Pelajar SMP

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 16 Mei 2016 12:03 WIB
1 Tersangka Pembunuhan Sadis di Tangerang Berstatus Sebagai Pelajar SMP
Kombes Krishna Murti/ Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Polisi telah menetapkan 3 orang tersangka terkait kasus pembunuhan sadis Eno Parihah (18), karyawati pabrik yang dihabisi nyawanya di mess Jatimulya, Kosambi, Dadap, Tangerang. Salah satu tersangka ternyata masih berusia 15 tahun 5 bulan.

"Tersangka RAL ini usianya masih di bawah umur, statusnya masih pelajar di sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tangerang," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada detikcom, Senin (16/5/2016).

Namun saat ditanya apa peran tersangka RAL dalam kaitan pembunuhan itu, Krishna enggan membeberkan lebih detail. "Perannya nanti dijelaskan saat rilis, yang jelas dia ada keikutsertaannya dalam peristiwa itu," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban Eno/Foto: Mei Amelia


Sebelumnya RAL ditangkap di kawasan Dadap, Tangerang pada Sabtu (14/5) lalu. Polisi menangkap RAL karena ia diketahui menguasai handphone milik korban.

Selain RAL, polisi juga menetapkan 2 tersangka lainnya yakni Rahmat Arifin alias Arif (23) dan Imam Harpiadi (23). Arif diketahui sebagai buruh di pabrik yang sama dengan korban.

Para tersangka ditangkap pada Sabtu (14/5) oleh tim gabungan dari Subdit Resmob dan Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Tangerang Kota dan Polsek Teluknaga. Tim dipimpin oleh Kasubdit Resmob AKBP Eko Hadi Santoso dan Kanit V Kompol Handik Zusen, Kanit IV Kompol Teuku Arsya Khadafi dan Kanit III Jatanras Kompol Awaludin Amin serta Kasat Reskrim Polres Tangerang AKBP Sutarmo dan Kapolsek Teluknaga Kompol Supriyanto.

Eno ditemukan tewas pada Jumat (13/5) sekitar pukul 08.45 WIB. Korban ditemukan oleh 2 teman kamarnya, Eroh dan Tikroh yang juga satu kampung dengan korban di Serang, Banten. Saat itu, keduanya baru saja pulang sehabis beKerja shift malam di sebuah pabrik di kawasan Dadap, Tangerang. Keduanya mendapati pintu kamar dalam keadaan tergembok dari luar.

Kedua saksi kemudian meminta temannya, Yaya untuk membuka dengan menggunakan kunci cadangan. Namun rupayanya, tidak ada yang cocok dengan kunci yang dimiliki pihak pabrik. Dengan disaksikan Eroh dan Tikroh, Yaya kemudian mendobrak pintu kamar tersebut. Setelah terbuka, kedua teman wanita korban menjerit histeris setelah mendapati Eno dalam keadaan sudah tidak bernyawa, terlentang di atas kasur berlumuram darah. (mei/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads