Gerilya Luhut dan Manuver Senyap JK di Munaslub Golkar

ADVERTISEMENT

Munaslub Golkar 2016

Gerilya Luhut dan Manuver Senyap JK di Munaslub Golkar

Ahmad Toriq - detikNews
Senin, 16 Mei 2016 11:13 WIB
Foto: Tim Infografis detikcom
Jakarta - Menko Polhukam Luhut Pandjaitan dan Wapres Jusuf Kalla menaruh perhatian besar pada Munaslub Golkar 2016. Luhut terus bergerilya, sementara Wapres JK bermanuver dalam senyap.

Luhut dan JK masuk gelanggang Munaslub Golkar saat acara pembukaan di Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (14/5/2016) malam. Luhut tinggal di Bali setelah acara pembukaan, sementara JK kembali ke Ibu Kota.

Minggu (15/5) kemarin, Luhut sudah 'bergerilya' di Munaslub Golkar. Sejumlah tokoh ditemui, di antaranya tiga caketum, yaitu Setya Novanto, Priyo Budi Santoso dan Indra Bambang Utoyo. Belum jelas benar isi pertemuan itu, namun Priyo mengaku semakin percaya diri bisa terpilih jadi ketum usai bertemu Luhut.

Luhut lalu menjelaskan soal isi pertemuan. Dia mengaku menjaga agar Munaslub Golkar lancar tanpa kendala berarti. Menjaga agar Munaslub Golkar tak pecah setelah terpilih ketum baru.

"Lobi supaya jangan ribut karena kasihan. Golkar ini (jangan) ribut lagi, intinya saya nggak mau terulang aklamasi-aklamasi yang dipaksain dan direkayasa. Ya biar aja demokrasi. Apa pun hasilnya nanti, jangan dipaksain aklamasi. Nggak usah," ujar Luhut, Minggu (15/5) kemarin.

Namun tak berhenti di situ, Luhut bermanuver lagi soal pemilihan caketum Golkar. Nama Presiden kembali dibawa.

"Nggak mungkinlah saya jalan sendiri. Buat Presiden, siapa saja nggak masalah. Hanya beliau tidak nyaman kalau rangkap jabatan. Kalau beliau di kabinet juga nggak mau ada rangkap jabatan walaupun dia bukan member kabinet," ujar Luhut.

Manuver Luhut ini membuat gerah caketum lainnya. Kubu Ade Komarudin (Akom) jadi pihak yang bereaksi paling keras. Anggota Tim Pemenangan Akom tak percaya dengan pernyataan Luhut soal ketidaknyamanan Presiden.

"Saya sudah cek, hal itu tidak benar. Presiden bahkan menegaskan tidak masalah Ketum Golkar itu rangkap jabatan ketua DPR, ketua fraksi, anggota DPR maupun gubernur," kata Bambang.

Akom memang disebut sebagai lawan kuat Novanto di Munaslub Golkar. Akom juga dikabarkan mendapat dukungan Wapres JK. Akom yang didukung JK, disebut 'berperang' melawan Novanto yang didukung Luhut.

Manuver Luhut dan JK di Munaslub Golkar sudah jauh-jauh hari didengar oleh Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Ical menyebut keduanya punya jagoan masing-masing.

"Pak Luhut, Pak JK semuanya punya dukungan, kan enggak apa-apa. Apakah nanti ada Siswono, ataukah Pak Sarwono, nggak apa-apa. Mereka enggak punya hak suara kan," kata Ical saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/5/2016) lalu.

Presiden Jokowi juga sudah mendengar kabar dua orang dekatnya itu ikut bermanuver di Munaslub Golkar. Namun, dalam pidatonya di acara pembukaan Munaslub Golkar, Jokowi menganggap manuver keduanya wajar.

"Saya ingin blak-blakan, karena banyak yang bertanya kepada saya, banyak yang komplain kepada saya, 'Pak Presiden, kenapa Menko Polhukam menelepon dan mengumpulkan DPD-DPD II'. Saya jawab, 'Pak Luhut itu kan dulu di Dewan Pertimbangan Golkar', kan nggak apa-apa," kata Jokowi di arena Munaslub Golkar, Sabtu (14/5/2016).

"Ada lagi yang bertanya kepada saya, komplain kepada saya, kenapa Pak Wapres mengumpulkan dan menelepon DPD-DPD Golkar. Jawaban saya sama, Pak JK kan dulu Ketum DPP Golkar, kan juga nggak apa-apa," sambung Jokowi.

Manuver Luhut menjelang Munaslub Golkar terdengar lebih santer dari pergerakan JK. Sejumlah timses kader sudah mendengar eks Kepala Staf Presiden itu aktif 'menjual' nama Jokowi untuk mendukung Novanto ke pengurus DPD-DPD II Golkar. Kabar itu telah dibantah.

JK, meski lebih senyap, namun manuvernya bisa dibilang tetap terbaca. Tentang caketum yang dia dukung di munaslub, JK memang tidak pernah buka-bukaan. Hanya saja bila melihat ke belakang, caketum Ade Komarudin pernah meminta restu JK pada Selasa (20/4/2016).

Mereka berdiskusi soal masa depan Golkar hingga sejumlah kebijakan pemerintah. Akom yang merupakan Ketua DPR ini mendapat sambutan hangat dari JK.

Biasanya, ketika menerima tamu di kantornya, JK sangat jarang mengantarkan tamunya untuk pulang kecuali tamu tersebut adalah tamu negara. Tapi, kala itu tangan kanan JK berada di pundak Ade Komarudin sambil berjalan keluar dan tertawa bersama-sama.

Siapa yang akan keluar sebagai pemenang di Munaslub Golkar? Layak dinanti jawabannya dalam pemilihan ketum Golkar yang akan digelar hari ini.

(tor/nrl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT