Kapolri: Kelompok Santoso Diperkirakan Tinggal 22 Orang

Idham Kholid - detikNews
Senin, 16 Mei 2016 10:54 WIB
Kapolri/ Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Aparat TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala terus memburu kelompok teroris Santoso di Poso, Sulawesi Tengah. Dua anggota Santoso tewas dalam baku tembak, Minggu (15/5/2016) kemarin.

"Dua kelompok Santoso tertembak dan meninggal dan ini masih dilakukan identifikasi siapa orang itu," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Rupatama, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/5/2016).

Namun begitu, lanjut Badrodin, belum diketahui identitas dua orang tersebut sebab tak ada pengenal identitas yang melekat di badan keduanya. Jenazah keduanya sudah dibawa ke RS Bhayangkara, Palu.

"(Anggota Santoso diperkirakan) Sekitar 23 atau 22 (orang) lagi (yang tersisa)," ujarnya.

Sementara itu, Badrodin menuturkan, pihak Dirjen Imigrasi juga menangkap dua WNA suku Uighur yang menggunakan identitas Indonesia.

"Tentu akan kita dalami kenapa masuk ke Indonesia, apakah termasuk dalam kelompok jaringan terorisme atau tidak," paparnya.

Namun, Badrodin tidak menjelaskan lebih rinci dimana lokasi penangkapan dua WNA suku Uighur itu.

"Dua hari yang lalu (ditangkap)," tutupnya. (idh/rvk)