'Direstui' Jokowi, Manuver Luhut di Munaslub Golkar Semakin Blak-blakan

'Direstui' Jokowi, Manuver Luhut di Munaslub Golkar Semakin Blak-blakan

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Senin, 16 Mei 2016 10:07 WIB
Direstui Jokowi, Manuver Luhut di Munaslub Golkar Semakin Blak-blakan
Foto: Agung Pambudhy
Badung - Pidato Presiden Jokowi di pembukaan Munaslub Golkar seolah jadi 'restu' untuk Menko Polhukam Luhut Pandjaitan bermanuver di Munaslub Golkar. Luhut yang sudah memberi sinyal mendukung Setya Novanto itu pun semakin lancar bermanuver.

Saat memberikan sambutan di pembukaan Munaslub Golkar, Presiden Jokowi memang tak mempersoalkan manuver Luhut di Munaslub Golkar.

"Saya ingin blak-blakan, karena banyak yang bertanya kepada saya, banyak yang komplain kepada saya, 'Pak Presiden, kenapa Menko Polhukam menelepon dan mengumpulkan DPD-DPD II'. Saya jawab, 'Pak Luhut itu kan dulu di Dewan Pertimbangan Golkar', kan nggak apa-apa," kata Jokowi di arena Munaslub Golkar, Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Sabtu (14/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini Luhut pun tak sembunyi-sembunyi bermanuver. Luhut bahkan langsung mengajukan izin untuk memantau pelaksanaan Munaslub Golkar.

"Besok saya izin sehari mau join Golkar. Kan saya orang Golkar, boleh dong," ujar Luhut di The Mulia Hotel, Nusa Dua, Bali, Minggu (15/5/2016).

Luhut mengaku ingin menjaga Munaslub Golkar supaya tidak ribut. Dia ingin memastikan Munaslub tak berakhir aklamasi.

"Lobi supaya jangan ribut karena kasihan. Golkar ini (jangan) ribut lagi, intinya saya nggak mau terulang aklamasi-aklamasi yang dipaksain dan direkayasa. Ya biar aja demokrasi. Apapun hasilnya nanti, jangan dipaksain aklamasi. Nggak usah," tuturnya.

Namun tak hanya sekedar berjaga, para Minggu (15/5) siang, Luhut menemui sejumlah caketum Golkar yakni Setya Novanto, Priyo Budi Santoso, dan Indra Bambang Utoyo. Kepada ketiganya Luhut mengingatkan agar berkompetisi secara fair, dia juga membuka 'bocoran' Presiden Jokowi tak nyaman dengan caketum Golkar yang rangkap jabatan.

Manuver yang cukup ekstrim ini menuai reaksi keras dari timses caketum Ade Komarudin. Memang Ade Komarudin saat ini menjabat Ketua DPR RI dan sudah beberapa kali tim Setya Novanto melontarkan serangan soal rangkap jabatan itu. Timses Akom berani mengingatkan Luhut agar tak membawa-bawa nama Presiden, apalagi di pembukaan Munaslub Presiden menegaskan bahwa posisi Istana tidak ke salah satu caketum.

"Lagi-lagi nama Presiden dibawa-bawa. Dalam pertemun Luhut dan dua caketum Golkar di sebuah hotel di Bali, Luhut mengatakan Presiden Jokowi tidak nyaman dengan ketua umum rangkap jabatan," kata Timses Ade Komarudin, Bambang Soesatyo, kepada wartawan di arena Munaslub Golkar di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Minggu (15/5/2016).

"Saya sudah cek, hal itu tidak benar. Presiden bahkan menegaskan tidak masalah ketum golkar itu rangkap jabatan ketua DPR, ketua fraksi, anggota DPR maupun gubernur," kata Bambang.

Lalu apakah Luhut yang sengaja cuti mampu memastikan jagoannya terpilih jadi Ketum Golkar, atau sekadar memastikan Munaslub tak berakhir aklamasi? (van/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads