Titiek Soeharto Minta Luhut Tak Intervensi Munaslub Golkar

Munaslub Golkar 2016

Titiek Soeharto Minta Luhut Tak Intervensi Munaslub Golkar

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 16 Mei 2016 04:11 WIB
Titiek Soeharto Minta Luhut Tak Intervensi Munaslub Golkar
Foto: Titiek Soeharto di sela Munaslub (Danu Damarjati/detikcom)
Nusa Dua - Menko Polhukam yang juga senior Partai Golkar, Luhut B Pandjaitan, menyebut Presiden Jokowi tak nyaman jika ketua umum Golkar rangkap jabatan dengan pejabat pemerintah. Politisi Golkar Siti Hediati Harijadi (Titiek Soeharto) mengkritik balik Luhut.

"Kita partai besar, kita lagi munas. Janganlah ada intervensi atau apa. Biarlah pemegang suara DPD I atau II ini yang memilih menentukan siapa yang terbaik bagi Golkar ke depan. Toh ini juga enggak lama, sampai 2019," ucap Titiek Soeharto di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Minggu (15/5/2016).

"Semestinya ini kan urusan Golkar ya. Kalau memang calonnya mampu, ya kita lihat saja," imbuh Titiek yang mendukung Ade Komarudin di Munas ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Temui Novanto dan Priyo, Luhut: Jokowi Tak Nyaman Ketum Rangkap Jabatan

Menurutnya, tidak ada masalah jika ketum Golkar rangkap jabatan, misalnya Ade Komarudin sebagai ketua DPR. Justru kata Titiek, sebagai orang Golkar bangga ketum Golkarnya punya posisi yang sejajar dengan Presiden.

"Sebetulnya kalau Ketua DPR kenapa? Justru kita sebagai orang Golkar, kita bangga kader kita sejajar sama presiden levelnya," terang anggota DPR RI itu.

Titiek justru menyebut, hal paling utama untuk memilih ketum Golkar adalah bukan sosok yang bermasalah. Apalagi jika tersangkut dengan masalah hukum.

"Lebih terganggu lagi bila kita punya ketua yang bermasalah. Tiba-tiba di tengah jalan dia kerja, ada masalah dipanggil KPK lah, ini, itu," ucap Titiek.

"Kita takutnya kalau Golkar dipimpin oleh kadernya yang bermasalah, kita repot jadinya. Ketua kita bermasalah, pasti kebawa-bawa juga partainya," imbuhnya.

Baca juga: Izin Absen Kerja Besok, Luhut Ingin Jaga Munaslub Golkar Tak Aklamasi


(bal/miq)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini