"Saya sudah dapat kabar itu (pemukulan yang dilakukan dua perwira). Saat ini keduanya saya suruh menghadap ke Mako (Markas Komando)," kata Danlantamal IV Laksma S Irawan saat dihubungi detikcom, Minggu (15/4/2016).
Irwan menjelaskan, kedua anggotanya itu terjadi kesalahpahaman dengan Satpam yang bertugas di pelabuhan di Batam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus pemukulan ini tepatnya terjadi di Pelabuhan Harbour Bay di Batam, sekitar pukul 17.00 WIB. Korbannya adalah Hendri (47). Dia dipukuli dua oknum TNI AL hanya karena persoalan sepele.
Kepada detikcom Hendri menceritakan, sore itu dia bertugas menjaga pintu masuk pelabuhan. Ketika tengah bertugas, Hendri melarang dua pria melewati pintu samping. Dia meminta agar keduanya melawati pintu resmi pelabuhan.
Setelah itu, Hendri mengatur penumpang lainnya. Tak lama, rupanya ada calon penumpang wanita setengah baya lewat dari pintu samping tersebut. Merasa kecolongan, Hendri berusaha mengejar ibu itu.
Tak lama dua pria yang dilarang masuk lewat pintu samping, langsung mengejar Hendri dan memukulinya. Hendri tak melawan, dia hanya melindungi wajahnya dari pukulan tersebut. Merasa dikeroyok, korban lantas berusaha kabur.
"Mereka marah, dikira saya memasukan ibu tadi lewat pintu samping, sedangkan mereka saya larang. Padahal saya tidak tahu kalau penumpang ibu tadi masuk lewat pintu samping, Padahal niat saya mengejar ibu tadi agar kembali lewat pintu resmi, tapi sudah duluan saya dipukuli" kata Hendri.
Peristiwa pemukuan itu menjadi tontonan warga. Warga yang ada di pelabuhan meminta kedua pria untuk tidak emosinal. Di saat itulah, kedua pria tadi menyebutkan jika dirinya perwira angkatan laut.
"Pimpinan saya datang untuk mendamaikan masalah ini. Tapi keduanya tak mau minta maaf. Mereka bilang, kalau tak senang silahkan lapor," kata Hendri.
"Wajah saya lebam-lembam akibat dipukuli di depan umum. Tapi ya mungkin beginilah nasib saya," tutup Hendri.
(cha/miq)











































