"Ia benar sekarang 10 orang, Bantul 8 orang dan Kota Yogya 2 orang,"kata Kasatreskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo, Minggu (15/5/2016).
Anggaito mengatakan tempat penjualan miras oplosan yang membuat korban bergelimpangan ini diduga di dua lokasi berbeda, yakni di daerah Banguntapan, Bantul dan Sewon, Bantul. Beberapa korban ada yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Korban tewas juga sempat di rawat di rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari keterangan penjual yang telah diamankan, miras oplosan didapatnya dari penjual besar. Penjual besar inilah yang meracik miras oplosan yang kini diburu polisi.
Berikut data sementara 10 korban miras oplosan di Bantul dan kota Yogyakarta. Mereka meninggal sejak mulai hari Jumat (13/5) lalu. Mereka yakni; Budi Kahono (37), warga Demangan, Ponogaran, Jambidan, Banguntapan, Bantul. Sigit Purnomo (29), warga Genengan, Mertosanan Kulon, Potorono, Banguntapan, Bantul. Eko Purwoko (30), warga Salakan, Bangunharjo, Sewon Bantul. Gunawan (36), warga Randubelang, Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul.
Pardiyo (41), anggota TNI AD asal Krondahan, Pendowoharjo, Sewon. Sujiyo (52), warga Mrican, Umbulharjo, Yogyakarta. Wahyudi (31), warga pacar, Timbulharjo, Sewon. Nurdin (32), warga Ngablak, Sitimulyo, Piyungan. Sudarno alias Kisud (46), warga Trayeman, Tambalan, Pleret, dan Sabri, warga Ponggalan, Umbulharjo, Yogyakarta.
(miq/miq)











































