"Saya sampai hari ini tidak melihat siapa yang melakukan politik transaksional. Cuma dari dulu kan politik transaksional kayak kentut saja, banyak bunyinya," kata Mahyudin di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Minggu (15/5/2016).
Mahyudin tak berani menuduh caketum mana yang melakukan politik transaksional semacam itu. Namun dia mendengar informasi soal adanya pertemuan terlarang di malam hari, saat pihak caketum Golkar bertemu pemegang suara di Munaslub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka Mahyudin ingin pemilihan ketua umum Golkar digelar tertutup. Dengan cara itu, pihak penyuap tak bisa menjamin pihak yang disuap untuk memilih caketum yang diinginkan.
"Paling tidak kan orang tidak berpikir politik transaksional (dengan voting tertutup). Kamu tahu tidak yang kasih duit milih kamu? Kan enggak berani," kata Mahyudin.
(dnu/miq)











































