Merasa Dapat Black Campaign, Novanto: Semoga Tuhan Mengampuni

Merasa Dapat Black Campaign, Novanto: Semoga Tuhan Mengampuni

Elza Astari Retaduari - detikNews
Minggu, 15 Mei 2016 17:53 WIB
Merasa Dapat Black Campaign, Novanto: Semoga Tuhan Mengampuni
Foto: Elza Astari/detikcom
Bali - Setya Novanto seolah berdiri sendiri pada Munaslub Golkar sebab 7 caketum lainnya menggabungkan kekuatan. Novanto pun merasa diserang oleh kampanye hitam atau black campaign.

Tujuh caketum yakni Ade Komarudin, Mahyudin, Airlangga Hartarto, Azis Syamsuddin, Syahrul Yasin Limpo, Priyo Budi Santoso dan Indra Bambang Utoyo siap menggabungkan kekuatan. Mereka menekan kesepakatan menolak pemilihan ketua umum dengan mekanisme voting terbuka.

Tak hanya itu, ketujuhnya mengaku sama-sama mendapat laporan ada caketum yang melanggar kode etik bertemu dengan pemilik suara. Diduga caketum itu adalah Novanto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya selalu siap dengan segala isu atau apa yang disampaikan terhadap saya. Kalau isu nya negatif, ya mudah-mudahan diampuni oleh Tuhan mereka-mereka memberikan sesuatu black campaign terhadap saya," ungkap Novanto.

Hal tersebut disampaikannya di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Minggu (15/5/2016). Novanto pun mengaku selalu siap menghadapi serangan isu ketika memilih terjun ke dunia politik.

"Kita serima secara tawakal. Buat saya itu nggak ada masalah, karena buat saya mereka sahabat-sahabat saya, belum tentu juga calon-calon yang black campaign," ujarnya.

Meski tujuh caketum lainnya siap menggalang kekuatan untuk melawannya, Novanto menanggapi dengan santai. Ade Komarudin cs dianggap sebagai tokoh-tokoh yang memiliki potensi.

"Mereka sahabat-sahabat saya dan mereka calon-calon terbaik dan mempunyai ide, gagasan yang saya lihat ini adalah suatu demokrasi. Saya hormat dan bangga kepada seluruh calon, termasuk 7 calon yang ada. Saya menghormati," ucap Novanto.

Apakah Anda merasa terdzalimi dengan sikap tujuh caketum itu?

"Dari dulu kan saya apa pun yang dilakukan saya selalu berdoa saya tidak pernah melakukan hal-hal terjelek. Saya lakukan semua demi kepentingan bangsa dan negara dan kesejateraan rakyat Indonesia," jawab Novanto.

(ear/erd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini