Sementara dua warga Banguntapan Bantul atas nama Sigit Purnomo (29) dan Budi Kahono (37) meninggal berturut-turut pada Jumat dan Sabtu kemarin.
Wahyudi, buruh dengan satu anak meninggal dunia pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB dan dimakamkan Minggu siang di pemakaman desa setempat. Sebelumnya, Wahyudi sempat dibawa ke rumah sakit Nurhidayah Jl Imogiri Timur Sabtu sore (14/5/2016) sekitar pukul 17.00 WIB. Namun saat itu korban sudah dalam kondisi pingsan dan kritis hingga akhirnya meninggal dunia Minggu dinihari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nyawa Wahyudi akhirnya tak tertolong. Menurut pihak rumah sakit, korban mengalami gagal organ multiple dan terindikasi mengalami keracunan yang identik dengan alkohol.
"Kita belum dapat memastikan penyebab kematian apakah karena keracunan zat yang identik dengan alkohol atau karena penyakit lain. Karena saat datang sudah dalam kondisi kritis. Yang jelas keluarga menceritakan korban memiliki riwayat mengkonsumsi alkohol," jelas Syarifudin Irfan, dokter jaga RS Nurhidayah.
Di RS Nurhidayah saat ini masih ada satu pasien yang menjalani rawat inap. Kepada pihak rumah sakit, pasien bernama Zuhri yang merupakan tetangga Wahyudi ini mengaku menenggak miras pada Kamis malam lalu.
Sementara itu, dua korban meninggal lainnya terdata atas nama atas nama Sigit Purnomo dan Budi Kahono. Berdasar informasi dan data yang dikumpulkan Polsek Banguntapan, Sigit Purnomo meninggal pada Jumat sekitar pukul 21.30 WIB . Sementara Budi Kahono meninggal pada Sabtu sekitar pukul 18.00 WIB.
"Informasi sementara, minumnya Kamis malam bersama-sama. Kemungkinan masih ada korban lain karena ada juga informasi yang masuk di Sewon dan Pleret juga ada peristiwa serupa. Masih kami lacak dan selidiki karena ini bisa jadi mirasnya berasal dari satu sumber," ujar Kompol Suharno.
Kasus miras berujung petaka ini masih terus didalami aparat kepolisian. Polisi juga belum dapat memastikan ada tidaknya keterkaitan dengan miras oplosan di Kota Yogyakarta yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya dirawat di rumah sakit.
Caption foto: dokter memeriksa korban miras oplosan (nrl/nrl)











































