Dengan adanya penjagaan ini, kawasan di depan Blok F steril dari PKL. Namun para pedagang ilegal itu masih nekat berjualan di jalanan, hanya saja mengambil jarak yang agak jauh dari Satpol PP. Mereka berjualan di Jl Jati Baru, tepatnya di depan Blok G.
Para pedagang mengaku nekat berjualan di jalan karena kalau berjualan di Blok G tidak laku. Sementara jika harus berdagang di Blok F atau blok lain, para PKL ini mengaku tidak sanggup membayar biaya sewanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Kondisi Jl Jati Baru (Ziaul/detikcom) |
Hal serupa juga dikatakan penjual bunga plastik, Juwito (38). Dia bahkan mengaku sering ditertibkan Satpol PP karena berdagang di lokasi terlarang, namun hal itu tidak membuatnya jera. Juwito memilih ditertibkan dari pada berdagang di Blok G yang menurutnya tidak menghasilkan.
"Selain Blok G jarang pengunjung, pedagang lain yang di bawah juga banyak yang nutupin, jadi semakin jarang pembeli masuk," keluhnya.
Namun demikian, Khoirul, Juwito dan beberapa pedagang lain mengaku tak akan melawan petugas. Mereka akan membubarkan diri jika petugas memintanya.
"Kita enggak ngelawan. Kalau ada Satpol PP ya tutup," ucap Khoirul sambil melayani ibu-ibu yang membeli kerudung dagangannya.
Keberadaan para PKL di jalanan ini menyebabkan Jl Jati Baru yang padat kendaraan menjadi semakin macet. Satpol PP yang berjaga di depan Blok F sempat menegur mereka, namun tidak melakukan pengangkutan paksa.
Foto: Kondisi Jl Jati Baru (Ziaul/detikcom) |












































Foto: Kondisi Jl Jati Baru (Ziaul/detikcom)
Foto: Kondisi Jl Jati Baru (Ziaul/detikcom)