Tim Komunikasi Presiden Ari Diwipayana mengatakan, Jokowi akan bertolak ke Seongnam Air Base Seoul, Korea Selatan dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1. Presiden berangkat dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Minggu (15/5/2016) pukul 09.25 WITA.
Jokowi diperkirakan tiba di Seoul pada pukul 17.20 waktu setempat. "Presiden dan rombongan berada di Seoul hingga Rabu pagi, 18 Mei 2016," kata Ari dalam keterangannya yang diterima detikcom pagi ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Jokowi (Kris/Setpres) |
Dari Seoul, Rabu (18/5) Jokowi dan rombongan akan terbang menuju Sochi, Rusia. Presiden akan kembali ke tanah air pada Jumat (20/5) sore dari Rusia dan diperkirakan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada Sabtu (21/5) siang.
Dijelaskan Ari, kunjungan Jokowi ke Korea Selatan ini adalah untuk memenuhi undangan Presiden Park Geun-hye. Dalam pertemuan dengan Presiden Park, Jokowi akan mengajak Korea Selatan yang telah menjadi salah satu mitra strategis Indonesia untuk menjadi mitra dalam "Akselerasi Industrialisasi Indonesia".
Selain pertemuan dengan Presiden Park, lanjut Ari, Jokowi juga akan bertemu dengan diaspora dan masyarakat Indonesia, bertemu dengan pemilik dan CEO perusahaan besar Korea, serta menjadi pembicara kunci dalam Asian Leaders Conference.
Sementara itu, di Sochi, Rusia, agenda utama Jokowi adalah pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan menghadiri KTT ASEAN-Rusia. Sebagaimana diketahui, Indonesia dan Rusia adalah negara besar anggota G20 dan Russia merupakan mitra strategis Indonesia.
Dalam pertemuan dengan Presiden Putin, Jokowi akan membahas langkah untuk mempererat hubungan kerja sama bilateral, khususnya melalui kerja sama ekonomi dan pertahanan, mendorong diversifikasi investasi Russia di Indonesia ke sektor infrastruktur dan energi. Selain itu juga membahas upaya bersama untuk menghadapi berbagai tantangan keamanan di kawasan dan global.
Di KTT ASEAN-Rusia, Indonesia akan mengangkat beberapa isu strategis yang menjadi kepentingan nasional, yakni arsitektur dan keamanan kawasan; peningkatan kerja sama people to people contact; peningkatan kerja sama konektivitas, energi dan UMKM. Tema KTT ASEAN-Rusia yang diusung kali ini adalah "Moving toward a Strategic Partnership for mutual benefit". KTT ini juga sekaligus merupakan Commemorative Summit, memperingati 20 tahun hubungan Rusia dan ASEAN.
"Dari kunjungan ke dua negara ini, Presiden berharap akan memberikan manfaat nyata yang bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia dan juga rakyat Korea Selatan dan Rusia," jelas Ari. (hri/fjp)












































Presiden Jokowi (Kris/Setpres)