Cegah Pelanggaran, Komite Etik Sebar Mata-mata di Munaslub Golkar

Munaslub Golkar 2016

Cegah Pelanggaran, Komite Etik Sebar Mata-mata di Munaslub Golkar

Elza Astari Retaduari - detikNews
Minggu, 15 Mei 2016 01:57 WIB
Cegah Pelanggaran, Komite Etik Sebar Mata-mata di Munaslub Golkar
Ketua Komite Etik Munaslub Golkar Fadel Muhammad (Foto: Agung Pambudhy/detikFoto)
Bali - Komite Etik Munaslub Golkar mengklarifikasi tim sukses 8 orang calon ketua umum atas 106 laporan dugaan pelanggaran etik. Meski begitu, Komite Etik meminta sejumlah hal kepada para caketum.

"Jadi sampai tadi sore kita sudah klarifikasi lebih dari 100 laporan yang masuk. Kemudian kita periksa satu demi satu dan kita panggil lagi," ungkap Ketua Komite Etik Fadel Muhammad usai Pembukaan Munaslub Golkar di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Sabtu (14/5/2016) malam.

Dari 106 laporan, ada 57 laporan lisan dan 41 laporan tertulis. Juga ada satu temuan langsung Komite Etik. Namun sebagian besar laporan itu tak sesuai dengan syarat sehingga tidak bisa diproses. Sebab banyak juga laporan yang cenderung berbau fitnah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang saya tidak menemukan ada transaksi langsung, tidak ada transaksi uang langsung. Kemudian banyak laporan itu yang memang saling menjatuhkan satu dengan yang lain," kata Fadel.

"Akhirnya kita meminta pada tim sukses masing-masing calon untuk melakukan tiga hal. Pertama hindari interaksi dengan organ suara karena kita sudang memasang agen-agen, satgas-satgas," sambungnya menjelaskan.

Mata-mata yang dipasang Komite Etik menurut Fadel disebar di mana-mana untuk memantau caketum dan timsesnya. Kemudian hal yang kedua, Komite Etik meminta agar timses dan caketum tidak melakukan hal-hal yang berpotensi membuat caketum didiskualifikasi dari Munaslub.

(Baca juga: Novanto dan Akom Paling Banyak Dilaporkan ke Komite Etik Munaslub)

"Ketiga tadi kita sudah mencoret nama-nama OC dan SC yang juga merupakan tim sukses," tutup Fadel. (ear/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads