Dengan komitmen Golkar terhadap pemerintahan, Paloh berharap agar kerja sama antar partai politik bisa semakin meningkat. Mengingat saat ini masyarakat memiliki pandangan yang negatif terhadap partai politik.
"Bagaimana pun kita bisa saling memberikan masukan satu sama lain. Ada semacam 'sinisme' terhadap parpol, maka harus parpol yang membangun kembali," ujar Surya usai menghadiri pembukaan Munaslub Golkar di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Sabtu (14/6/2016) malam.
Pembukaan Munaslub Golkar di Bali (Danu Damarjati/detikcom) |
"Sebuah kinerja baru yang bisa memberikan pembuktikan terhadap masyarakat bahwa institusi parpol tetap dibutuhkan sebagai pilar demokrasi," lanjutnya.
Kerja sama yang dimaksudkan Surya dengan Golkar bisa terjadi di tubuh pemerintahan. NasDem pun disebutnya tidak mempermasalahkan jika jatah kursinya harus dibagi jika Golkar masuk dalam Kabinet Kerja.
"Termasuk di kabinet kerja. (Berbagi kursi menteri) nggak ada masalah bagi Partai NasDem, kalau partai lain (di KIH) silakan ditanyakan," ujarnya.
Saat memberikan sambutan, Presiden Jokowi memberi pemaparan soal program pemerintah dalam hal infrastruktur. Bagi Paloh, Golkar juga dibutuhkan perannya agar program pembangunan dapat terwujud dengan baik.
Pembukaan Munaslub Golkar di Bali (Danu Damarjati/detikcom) |
"Saya pikir demikian, karena pada dasarnya bagaimanapun tidak ada satu pun parpol yang mengharapkan pelambatan pembangunan di bidang ekonomi," ucapnya.
Sebagai mantan politisi Golkar, Paloh cukup mengenal dekat delapan caketum Golkar yang akan maju memperebutkan posisi ketum yang kini dimiliki Aburizal Bakrie. Lantas siapa yang didukung Paloh?
"Hahaha, semua adik-adik saya, semua baik saja. Saya pikir iya (mendukung semua)," jawabnya diplomatis. (ear/hri)












































Pembukaan Munaslub Golkar di Bali (Danu Damarjati/detikcom)
Pembukaan Munaslub Golkar di Bali (Danu Damarjati/detikcom)